Wartawan Telusur Jejak Bapak Domi Dambu di Kebun Pisang

Bapak Domikus Dambu (67), petani pisang di kampung Nampar, Dusun Hento, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Foto/Beny Ewa

Labuan Bajo|Okebajo.com|Pendapatan sebulan mencapai Rp2.700.000 hasil jualan pisang.

Hasil ini tentu tidak datang begitu saja jika tanpa kerja keras. Walaupun menanam tapi tidak merawat dengan tekun pasti hasilnya tidak seperti itu.

Demikian penggalan kisah sukses seorang petani pisang dari kampung Nampar, Dusun Hento, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Bapak Domikus Dambu (67 tahun). Batang usianya bukan muda lagi. Tetapi semangat bertani tak pernah luntur.

Selain membajak sawah, ia  manfaatkan sebagian lahan garapannya seluas 2 hektar untuk menanam pisang.

Usaha ini, ia kerjakan dengan tekun dan serius hingga kini memanen hasilnya.

“Saya sangat merasakan manfaatnya menanam pisang”, tutur bapak Domi memulai percakapan dengan Okebajo.com di kebun pisang bapak Domi, Sabtu (18/3/2023).

Kebun pisang bapak Domi Dambu seluas 2 hektar menghasilkan uang jutaan rupiah setiap bulan. Foto/Beny Ewa

Bapak Domi mengisahkan, ia mulai tekun menanam pisang sejak tahun 2017 lalu.

Dia akui, modal usahanya bukan semata mata uang melainkan lahan yang luas, semangat bernyala-nyala, alat pertanian  tradisional dan  sisa tenaga yang dimilikinya.

Ia pun mulai melakukan pengolahan lahan. Menyiapkan anakan pohon pisang lalu mulai menanam.

Per 1 hektar, rata-rata jumlah pohon pisang yang ditanam sebanyak 1.500 pohon dengan jarak ideal 2 x 2,5 meter.

Setelah hampir lima tahun berlalu, kini  bapak Domi menuai hasil usahanya.

Terpantau di kebun pisang bapak Domi, ribuan pohon pohon pisang bertumbuh subur.

“Pisang yang saya tanam ini jenis pisang lokal tapi unggul. Lihat saja, tandan panjang, buahnya besar dan mulus. Setiap kali saya bawa ke pasar Terang, buah pisang ini sangat laris diburu pembeli”, ujarnya.

Bapak Domi kemudian membagikan tips  menanam pisang yang baik. Selain tekun menanam, perawatan pun menjadi tahapan pekerjaan yang penting dilakukan agar pisang berbuah unggul.

“Untuk menghasilkan pisang yang mulus dan berkualitas harus rutin membersihkan pohon dan sekitar pohon pisang. Sama halnya dengan merawat tubuh kita sehingga tidak mudah diserang penyakit. Inilah yang saya lakukan pada pohon pisang saya,” ungkapnya.

Bapak Domi jelaskan, apabila ada banyak anakan pohon yang tumbuh, harus dilakukan pemangkasan.

Jika tumbuh 8-10 anakan, kita harus pangkas atau pindahkan yang lainnya.  Biarkan 4-5 anakan. Naksimal 3 anakan saja.

Pemangkasan penting dilakukan Hal agar menghasilkan buah besar dan tandan yang panjang.

“Pemangkasan anakan pohon pisang wajib dilakukan. Kita atur jaraknya. Sebagian anakan pisang dipangkas atau dipindahkan.  Saya biasanya  3-4 pohon saja untuk satu rumpun pohon pisang”, kata bapak Domi berbagi tips.
Tinggi permintaan

Bapak Domi kemudian menjelaskan bahwa ia tertarik menanam pisang karena harga pisang di pasar  cenderung stabil dan tinggi permintaannya.

“Saya mulai tertarik menanam pisang karena saya lihat di pasar Terang, harga  pisang stabil dan tinggi sekali permintaannya. Kebutuhan pisang tidak hanya di pasar Terang saja tapi juga menjadi kebutuhan pasar di Labuan Bajo. Itu yang membuat saya tertarik untuk menanam  pisang”, ungkap bapak Domi saat ditemui di kebunnya, Sabtu 18/03/2023).

Akses jalan

Sebelumnya, bapak Domi mengaku kesulitan untuk memasarkan hasil panenannya lantaran akses jalan ke lokasi kebun pisang (Dusun Hento) belum ada. Satu-satunya pasar yang mudah dijangkau adalah pasar Terang.

Kini, setelah akses jalan pantura Labuan Bajo – Rangko – Hento -Terang digusur, ia tidak mengalami kesulitan lagi.  Walaupun ruas jalan itu belum diaspalkan, namun hampir setiap hari pembeli  pisang datang langsung ke kebunnya.

Selain itu, ia sering ke pasar Boleng dan Labuan Bajo menjual pisang.  Saat ini stok pisang di kebun bapak Domi sangat melimpah menjelang masa buka puasa bulan Suci Ramadhan.

Mengakhiri percakapan di kebun pisang itu, bapak Domi mengimbau kepada petani yang lain, khususnya anak-anak muda agar memanfaatkan lahan yang ada  untuk menanam pisang.

Menurut pengalamannya, menanam pisang sangat menjanjikan dan perawatannya pun tidak terlalu sulit.

“Daripada menganggur tidak jelas, lebih baik kalau anak-anak muda manfaatkan lahan yang ada untuk tanam pisang sebanyak-banyaknya karena perawatannya mudah. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *