Jembatan Wae Mese II Jebol Akibat Kualitas Pekerjaan Sangat Buruk

Pelat Bondek Lantai Jembatan Wae Mese II Terlepas. Terlihat kerangka besi yang dipasang terlalu jarak dan tidak memenuhi standar konstruksi pengerjaan jembatan. Foto/Rikardus Nompa

Labuan Bajo | Okebajo.com | Pelat lantai jembatan Wae Mese II jebol akibat kualitas pekerjaan sangat buruk. Kualitas pekerjaan buruk baru terkuak ketika ada perbaikan hari ini, Kamis (23/3/2023).

Hironimus Taji, warga Desa Compang Longgo menjelaskan penyebab jembatan itu jebol karena kualitas pengerjaannya sangat buruk dan mobilitas kendaraan proyek over tonase milik beberapa perusahaan tambang pasir yang beroperasi disekitar wilayah Desa Compang Longgo.

“Kualitas pekerjaan jembatan ini sangat buruk. Kerja asal jadi. Lihat saja pemasangan kerangka besi pada lantai jembatan ini tidak memenuhi standar konstruksi jembatan”, ujarnya di lokasi perbaikan jembatan, Kamis (23/3/2023) pagi.

Hironimus menjelaskan bahwa pembangunan infratruktur jembatan Wae Mese II dikerjakan pada 2010.

“Pembangunan jembatan ini sebelumnya dikerjakan asal jadi. Kita bisa dilihat pada kerangka besinya. Pembesiannya menggunakan besi 12.  Seharusnya besi ulir berdiameter 19”, ungkapnya.

Tak hanya itu,  kita juga bisa lihat dari pemasangannya sangat jarak, tanpa dianyam dan diikat menggunakan kawat biasa.

“Ini kan kerja asal jadi. Pemasangan bondek pada besi gelagar pun dipasang terpisah. Hal ini yang menjadi  faktor penyebab utama jebolnya lantai jembatan tersebut,” jelas Hironimus.

Menurut dia, bahwa titik kerusakan jembatan itu menggambarkan kondisi secara keseluruhan pekerjaan jembatan tersebut

“Kalau di titik yang jebol ini sudah seperti ini, yang jelas secara keseluruhan pada lantai jembatan tersebut semuanya sama buruknya. Sehingga standar keselamatan pengguna jalan tidak terjamin,” ujarnya.

Pantauan Okebajo.com Kamis (23/3/2023) pagi di lokasi perbaikan menemukan pelat lantai jembatan terlepas dari rakitan kerangka besi karena dipasang terlalu jarak dan tidak memenuhi standar konstruksi jembatan.

Mobilitas Kendaraan Proyek

“Jalur ini merupakan akses utama dilalui kendaraan proyek yang mengangkut material kuari dari lokasi penambangan. Kita juga sering melihat kendaraan proyek berhenti di atas jembatan dengan waktu yang cukup lama. Padahal seharusnya jembatan tersebut bukan dijadikan tempat parkir. Nah ini juga salah satu faktor penyebabnya”, kata Hironimus  Taji.

Para pekerja sedang memahat lantai jembatan dengan cara manual. Foto/Rikardus Nompa

Perbaikan total

Melihat kondisi pelat lantai jembatan Wae Mese II mengalami kerusakan parah, ia pun berharap untuk perbaikan jembatan sebaiknya diperbaiki secara menyeluruh.

“Sebaiknya dibongkar secara menyeluruh jangan hanya fokus dititik yang jebol itu saja yang diperbaiki. Karna tidak menutup kemungkinan dititik lain ikut jebol apalagi mobilitas kendaraan proyek sangat mempengaruhi kekuatan jembatan tersebut.

Selain itu ia mengusulkan kepada pemerintah untuk memasang plang larangan untuk tidak memarkirkan kendaraan di atas jembatan karena jembatan bukan sebagai tempat parkir.

Terpantau di lokasi perbaikan jembatan tampak 7 orang pekerja sedang memahat lantai jembatan dengan cara manual.

Pekerjaan dilengkapi peralatan kerja seperti rompi kerja, 4 buah palu seberat 2 kilogram, 4 buah betel (pahat tembok), 2 buah linggis, 1 skop dan 2 buah berendel las.

Pekerja yang ditemui di lokasi menjelaskan tahapan perbaikan yang  mereka lakukan selama 13 hari ke depan.

“Setelah pemahatan dinding jembatan nantinya dilanjutan dengan pemasangan bondek, lalu dilanjutkan dengan pengelasan besi pengikat, setelah itu dilapisi lagi dengan kerangka besi dan dilanjutkan dengan pengecoran”, jelasnya.

Para pekerja itu menuturkan bahwa perbaikan ini kembali dengan menggunakan rakitan besi sisa.

“Artinya, bisa dibilang perbaikan pelat lantai jembatan Wae Mese II itu sengaja menggunakan barang rongsokan”, katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *