132 Pelajar SMPK Mutiara Rekas Ikut Penyuluhan Kesehatan Cegah Stunting

Ratusan pelajar SMPK Mutiara Rekas mengikuti penyuluhan kesehatan, Sabtu, 25 Maret 2023. Foto/dok. Puskesmas Rekas

Labuan Bajo | Okebajo.com |Sebanyak 132 pelajar dan 16 orang Guru SMPK Mutiara Rekas mengikuti kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan yang diinisiasi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Rekas.

Kegiatan ini dilakukan di SMPK Mutiara Rekas, Desa Kempo, Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu, 25 Maret 2023.

Materi penyuluhan terkait edukasi Stunting, kesehatan remaja dan makanan bergizi seimbang.

Kepala Puskesmas Rekas, Valerianus Boniarto Jelaut (Arto Jelaut) menjelaskan kegiatan yang menyasar para pelajar itu merupakan kerja sama Puskesmas Rekas, Pemerintah Kecamatan Mbeliling dan lembaga pendidikan dalam rangka pencegahan Stunting, kesehatan remaja.

Dalam kegiatan tersebut petugas kesehatan memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) dan makanan bergizi kepada para para pelajar.

“Selain itu,   mengedukasi para pelajar tentang kesehatan reproduksi remaja sejak usia dini dan edukasi terkait konsumsi makanan bergizi seimbang. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi  kesehatan remaja”, ujar Arto Jelaut.

Terpisah, Kepala SMP Katolik Mutiara Rekas, Suster Yasunta Wula, Cp, S.Pd menyampaikan penjelasan senada.

“Kegiatan di SMPK Mutiara Rekas berkaitan dengan sosialisasi dan penyuluhan tentang Aksi Kesehatan bagi anak usia remaja”, ujar Suster Yasunta saat dikonfirmasi Okebajo.com, Sabtu malam.

Suster jelaskan tujuan kegiatan yang diprakarsai oleh Puskesmas Rekas untuk meminimalisir Stunting, bahkan secara perlahan meniadakan/menghilangkan stunting karena siswa/i masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

Kegiatan ini, kata Suster Yasunta, diawali dengan Senam Kesegaran  bersama di halaman sekolah.

Senam Kesegaran ďipimpin oleh instruktur Marselinus Masri Urus dari Labuan Bajo.

Setelah itu dilanjutkan dengan makan bubur kacang & makan siang bersama

“Kegiatan ini diprakarsai oleh pihak Puskesmas Rekas. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan perlu kolaborasi dengan sekolah lain seperti SD dan  pihak masyarakat”, harap Suster Yasunta Wula.

Stunting merupakan masalah gizi kronis, yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam kurun waktu yang lama.

Stunting terjadi karena asupan makanan kedalam tubuh tidak sesuai kebutuhan gizi yang diperlukan mulai di dalam kandungan serta baru tampak setelah usia 2 tahun.

Selain pertumbuhan tubuh terhambat, stunting juga dapat mempengaruhi perkembangan otak, mempengaruhi produktivitas, daya serap dan kreativitas di usia produktif anak. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *