Berita Kehilangan, Hironimus Rangga Hilang di Surabaya, Belum Ditemukan

Hironimus Rangga (39 tahun), warga Dusun Renden, Desa Paan Waru, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur Hilang di Surabaya sejak Minggu, 26 Maret 2023. Belum ditemukan.

Borong | Okebajo.com | Hironimus Rangga (39 tahun), warga Dusun Renden, Desa Paan Waru, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur dinyatakan hilang di Surabaya, Jawa Timur.

Pada Minggu, 26 Maret 2023 lalu, Hironimus pergi dari tempat dia menginap di wilayah Benowo, Surabaya Barat sekitar pukul 09.00 WIB dan tak ada kabar terkait keberadaannya hingga saat ini.

“Semua upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga besar Manggarai di Surabaya serta PMKRI Surabaya, namun hingga kini belum ditemukan”, demikian rilis resmi yang diterima Media ini.

Kronologi kejadian

Pada Kamis, 23 Maret 2023, Hironimus Rangga berangkat ke Surabaya bersama keponakannya bernama Alfons. Mereka berangkat  dari Pelabuhan Ende menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dijelaskan, tujuan Hironimus ke Surabaya adalah untuk membeli satu unit mobil.

Perjalanan Hironimus Rangga ke Surabaya merupakan pengalaman pertama kalinya ke kota Surabaya.

“Mereka tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu, 25 Maret 2023. Di Surabaya, ia nginap di kos milik ponakannya di wilayah Benowo”, tulis keluarganya.

Pada Minggu, 26 Maret 2023, keponakan Hironimus bernama Alfons bersama seorang temannya berpamitan untuk keluar mencari tempat penjualan mobil.

Teman Alfons diketahui berprofesi sebagai sopir mobil ekspedisi yang juga berasal dari Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.

Alfons dan temannya keluar dari tempat tinggal mereka sekitar pukul 08.00 WIB.

Sementara itu,  Hironimus tetap berada di kos dengan beberapa penghuni lainnya di kos tersebut.

Alfons dan temannya baru kembali ke kos sekitar pukul 15.00 WIB atau 7 jam sejak mereka tinggalkan Hironimus di kos.

Keterangan Saksi di Kos

Saat Hironimus meninggalkan kos, tak ada satupun penghuni yang tahu jika ia keluar dari kos. Saat itu, berdasarkan pengakuan penghuni kos, Hironimus tak berpamitan untuk pergi.

Namun saksi lain yang bernama Yori, asal Kampung Deruk, Desa Sipi, Kecamatan Elar Selatan, mengaku jika bertemu dengan Hironimus sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut Yori, jarak kos dengan tempat ia bertemu dengan Hironimus diperkirakan sekitar 500 meter. Saat ditanya hendak ke mana, Hironimus mengaku ingin jalan-jalan.

Saat bertemu dengan Hironimus, Yori mengira jika Hironimus mengenal baik suasana sekitar sehingga tidak berniat untuk menahan atau mengajak Hironimus kembali ke kos.

Pada sore hari sekitar pukul  15.00 WIB, Alfons dan temannya kembali ke kos hendak menjemput Hironimus untuk dipertemukan dengan calon penjual mobil.

Saat itu, mereka tidak mendapati Hironimus di Kos dan mulai panik dengan situasi tersebut.

Atas kejadian tersebut, Alfons langsung bergerak cepat untuk melakukan pencarian terhadap pamannya tersebut di berbagai tempat.

Namun hingga malam hari usahanya sia-sia, Hironimus tak kunjung ditemukan.

Informasi dari Polsek Benowo

Setelah beberapa hari tak juga ditemukan, Ikatan Keluarga Manggarai Surabaya (IKEMAS) pada Rabu 29 Maret 2023, melakukan pengaduan ke Polsek Benowo.

Di Polsek Benowo, para tim hukum dari IKEMAS bersama keluarga dari Hironimus mendapatkan informasi dan petunjuk baru dari aparat kepolisian.

Petugas piket Polsek Benowo yang bertugas pada Minggu 26 Maret 2023 mengaku, jika mereka pernah didatangi seseorang yang mirip dengan Hironimus.

Pria tersebut menurut petugas, mendatangi Polsek Benowo dan mengaku mencari jalan menuju Bandara Juanda karena ingin kembali ke Flores.

Namun, petugas piket lalu menanyakan jumlah uang pria tersebut mengingat harga tiket Surabaya – Flores cukup mahal.

Kepada petugas ia mengaku jika ia hanya mengantongi uang senilai Rp 2 juta. Mendengar pengakuan tersebut, Polisi yang sedang piket lalu mengarahkan pria tersebut agar ke Pelabuhan Tanjung Perak jika ingin kembali ke Flores.

Polisi bahkan membantu mencari angkot agar ia bisa menuju ke Tanjung Perak.

Kapal dari Tanjung Perak Menuju Flores Berangkat Pada Minggu Malam

Atas keterangan dari anggota Polsek Benowo tersebut, kuat dugaan Hironimus telah kembali ke Flores dengan menggunakan Kapal KLM Niki Utama.

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Minggu, 26 Maret 2023 pukul 23.00 WIB.

Setelah mencari informasi dari berbagai sumber, Kapal KLM Niki Utama tiba di Pelabuhan Ende, Kabupaten Ende, Flores pada Kamis, 30 Maret sekitar pukul 05.00 dini hari.

Keluarga lalu meminta bantuan beberapa kerabat di Ende untuk memantau keberadaan Hironimus di antara penumpang yang turun di Ende pada Kamis dini hari, namun hasilnya tetap nihil.

“Meski tidak dilakukan pengecekan secara keseluruhan, keberadaan Hironimus tidak bisa dipastikan telah berada di Ende. Namun hingga saat ini upaya pencarian tetap dilakukan secara maksimal baik di Ende maupun Surabaya”, tulis  keluarga Hironimus.

Keluarga nenanti dalam ketidakpastian

Lima hari telah berlalu, keluarga besar Hironimus Rangga di Renden, Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur terus menanti dalam ketidakpastian.

Kedatangan ayah tiga anak ini terus dinantikan. Berbagai upaya juga telah mereka lakukan.

Kakak Hironimus, Agustinus Watu mengharapkan bantuan semua pihak  terus melakukan pencarian adiknya agar dapat  ditemukan.

Ia berharap pihak Kepolisian di Polda Jawa Timur agar bekerja maksimal hingga adiknya berhasil ditemukan.

“Kita berharap penuh pada Polisi, semoga adik kami ini bisa pulang dan kumpul lagi bersama kami di sini, ” kata Agustinus Watu.

Ia juga berterimakasih dengan semua pihak seperti IKEMAS, PMKRI Surabaya, keluarga Manggarai di Ende yang telah membantu berkoordinasi selama proses pencarian adiknya.

Bagi siapapun yang menemukan saudara Hironimus Rangga, bisa menghubungi langsung nomor 081 354 702 331. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *