TVRI World Promosi Pariwisata Indonesia (4)

Promosi Pariwisata dari Kampung Adat Rangat

TVRI World Promosi Pariwisata Indonesia dari Kampung Adat Rangat
Audrey Utoyo petik kopi di Kampung adat Rangat, Desa wisata Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (12/4/2023). Foto/Robert Perkasa

Labuan Bajo | Okebajo.com | TVRI World Promosi Pariwisata Indonesia dari kampung Adat Rangat pada Rabu 12/4/2023. Seorang duta Pariwisata Indonesia, Audrey Utoyo tiba di kampung adat yang sunyi nun jauh di pegunungan Labuan Bajo, Kabupaten pariwisata super premium Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Perkampungan adat Rangat mendadak ramai, Audrey Utoyo tiba di Kampung adat Rangat sebagai duta pariwisata Indonesia yang kini magang di VOA Amerika program Indonesia.

Audrey Utoyo mengunjungi kampung adat Rangat bersama Produser program TVRI World, Doni, Narator program, Dwi Rahmat dan sejumlah Wartawan dari TVRI Bali, TVRI Kalimantan dan TVRI Kupang, Alexandro Hattol.

Saluran TVRI Word menyasar kampung adat Rangat untuk tiga paket kegiatan shooting penerimaan tamu secara adat masyarakat lokal, kopi dan tenun yang menjadi aktivitas keseharian masyarakat lokal di kampung adat Rangat, Desa wisata “Seribu Air Terjun” Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang.

Audrey Utoyo bersama rombongan tiba di kampung adat Rangat sekira pukul 09.00 Wita. Acara penyambutan secara adat oleh tokoh-tokoh adat dan tarian Sanda dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) “Watu Bone Nggong”.

Selanjutnya Ia berjalan kaki sejauh ratusan meter dari Kampung adat Rangat menuju kebun kopi. Di sana, Audrey memerankan sejumlah adegan seraya menarasikan buah kopi menggunakan bahasa Inggris sebagai rangkaian dari kegiatan TVRI World Promosi Pariwisata.

Dari kebun kopi, Audrey kembali ke Kampung adat Rangat memerankan sejumlah adegan tumbuk kopi, menenun kain Songke hingga adegan berbusana kain Songke.

Audrey Utoyo proses besama Pokdarwis Watu Bone Nggong di Kampung adat Rangat, Desa wisata Wae Lolos, Rabu (12/4/2023). Foto/Robert Perkasa

Singkat cerita, seluruh adegan yang Ia mainkan di kampung adat Rangat merupakan promosi pariwisata Indonesia ke dunia internasional yang nanti akan tayang melalui saluran TVRI World Promosi Pariwisata di dalam negeri dan luar negeri pada perhelatan forum Internasional KTT ASEAN Summit di Labuan Bajo, Mei 2023 mendatang.

Sekilas tentang TVRI World

Pelan tapi pasti, rencana pemerintah dalam membuat Indonesia lebih terkenal oleh dunia lewat TV publik perlahan mulai terwujud dengan hadirnya saluran TVRI World.

Sebelumnya, siaran TVRI masih berpusat pada konten lokal bahkan sebelum berkembang seperti saat ini TVRI masih menggunakan program-program yang terkesan kuno ketimbang TV swasta lain di Indonesia.

Namun, seiring berkembangnya zaman, stasiun televisi publik ini mulai mereformasi dirinya. Awali dengan rebranding pergantian logo dan program-program baru yang lebih fresh tentunya. Perubahan ini mulai menarik minat masyarakat Indonesia kepada TVRI yang lebih modern dan informatif.

Misi terbaru TVRI sendiri ialah “World Class Public Broadcasting”.

Dengan tujuan baru tersebut, TVRI mulai merencanakan sebuah saluran TV yang bersiaran Internasional sebagai televisi global tentang Indonesia di kancah dunia. Saluran TV tersebut bernama TVRI World. Harapan TVRI World muncul seiring majunya kanal-kanal TV luar negeri yang bersiaran secara Internasional dewasa ini, serta memberitakan dan mempromosikan kebudayaan dari negara masing-masing kepada dunia internasional.

Tentu saja dengan hadirnya TVRI World dapat menjadi jendela Indonesia di dunia Internasional dan dapat menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia secara langsung, serta menginformasikan isu-isu yang terjadi di Indonesia dalam kancah Internasional. Pastinya berguna sekali bagi para diaspora Indonesia di luar negeri.

Audrey Utoyo dan Crew TVRI pose bersama warga Kampung adat Rangat, Rabu (12/4/2023). Foto/Robert Perkasa

Jika melihat perkembangannya, pada Januari 2021 ini TVRI World masih dalam tahap pengembangan siaran uji coba. Siarannya juga masih terbatas dalam platform Youtube dan belum ada berita resmi peluncuran TVRI World dari LPP TVRI sendiri.

Namun, dengan hadirnya siaran TVRI World di Youtube dan media sosial Twitter, terlihat perkembangannya sudah mulai dikembangkan dengan beberapa program awal seperti Coffee Break with Ambassador. Mirip seperti program The Diplomat yang ditayangkan Arirang World dari Korea Selatan dan beberapa program kerja sama dengan VOA Indonesia.

Perisapan TVRI World

Promosi Pariwisata akan memiliki siaran internasional dan pemerintah akan mengelolahnya seperti halnya BBC dari Inggris, DW dari Jerman, Aljazeera dari Qatar, TRT dari Turki, RT dari Rusia, France24 dari Perancis, CGTN dari Tiongkok, NHK World dari Jepang, KBS World dari Korea Selatan dan CNA dari Singapura.

Untuk konten lokal sendiri, rencananya berasal dari program TVRI yang telah ada seperti Pesona Indonesia, Inspirasi Indonesia, Anak Indonesia, dan Kuliner Indonesia yang akan di terjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Serta program English News Service akan ditambah durasinya menurut informasi terakhir di situs resmi TVRI.

Peluncuran TVRI Word

Perkembangan terbaru, Peluncuran TVRI World dengan menggunakan kanal 3 siaran digital TVRI, dengan pola siaran 24 Jam menurut informasi pada 28 Oktober 2020.

“TVRI World akan menjadi kanal bagi pemirsa luar negeri dan dalam negeri, kelas A dan kelas B yang berisi promosi, pariwisata, seni, budaya, berita tentang Indonesia, isu-isu terkini (current issues) dan berita (news),” ungkap Iman Brotoseno, Direktur Utama LPP TVRI dalam seratus hari kerja sebagai Dirut.

Terkait stasiun televisi Indonesia yang bersiaran Internasional selain TVRI World, SEA Today milik BUMN Telkom Indonesia telah secara resmi lebih dulu diluncurkan pada 28 Oktober 2020. SEA Today juga memiliki visi yang sama yakni menjadi jendela Indonesia di mata dunia. Bahkan saat ini SEA Today dapat disaksikan Live Streeming lewat Youtube di channel SEA Today News.

Siaran TVRI World

TVRI World memulai siaran percobaan pada 17 Juni 2021 di TVRI Kanal 3, rencanaya mulai bersiaran 24 jam pada 17 Agustus 2021. Namun, hingga tanggal tersebut peluncuran TVRI World belum secara resmi.

Penerapan PPKM Darurat/level 4 di Jawa-Bali, khususnya DKI Jakarta sejak Juli hingga Agustus 2021 juga mempengaruhi siaran percobaan yang sempat terhenti.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI pada 21 September 2021, TVRI kembali mengulur target peluncuran TVRI World hingga tahun 2022.

TVRI World telah menayangkan siaran langsung eksklusif KTT G20 Bali 2022 selama 18 jam pada 14-16 November 2022 ke sejumlah stasiun-stasiun televisi swasta.

Profil kampung adat Rangat

Selain kaya potensi wisata alam yang indah dan menakjubkan. Desa Wae Lolos juga memiliki Kampung adat Rangat yang terletak di kawasan Bentang Alam Mbeliling. Spot wisata budaya ini memiliki keunikan yang instagramabel.

Ada 15 unit rumah panggung berdiri anggun melingkari sebuah compang komunitas adat yang pelestarianya secara turun-temurun. Rumah-rumah panggung ini berukuran mungil dan seksi. Konstruksi bangunannya bernuansa budaya asli masyarakat adat Kempo-Manggarai Barat.

Rumah panggung kampung adat Rangat

Ada sembilan kayu bulat menopang konstruksi rmah panggung itu. Delapan tiang pancang dan satu tiang utama (siri nok). Kerangka atap berbentuk piramida dan atapnya dengan ijuk. 14 unit rumah panggung berdiri sama besar dan sama tinggi. Kecuali satu unit rumah gendang yang berukuran lebih besar. Setiap unit rumah panggung memiliki tangga (rede) dan satu tiang panjang pengapit (sersorang) yang dipasang landai searah tangga. Rumah-rumah panggung itu berdiri kokoh mengelilingi compang (altar) batu alam yang tersusun apik di tengah perkampungan itu.

Lembah perkampungan adat ini cukup lapang. Bisa jadi tempat yang tepat untuk berpiknik dan bercengkrama ria bersama keluarga. Selain itu perkampungan adat ini penuh dengan hamparan pohon pinang dan beragam tanaman komoditi yang tumbuh subur. Sangat alami. Udaranya yang menyegarkan. Jauh dari kebisingan.

Selain keunikan rumah panggung beratap ijuk, tempat ini juga memiliki sumber mata air yang sangat jernih dan sejuk. Sumber mata air itu keluar dari rumpun bambu dan naungan rimbunan pohon-pohon pinang yang tumbuh di sekitarnya.

Aliran air yang berasal dari sumber mata air melalui pancuran bambu untuk mandi. Sumber mata air ini sekitar 20 meter dari kampung adat Rangat. Anda akan merasakan sensasi mandi air pancuran yang jernih di bawah rimbunan pepohonan yang sangat menakjubkan.

Lokasi kampung adat Rangat ini juga sangat cocok untuk healing, camping ground. Halamannya luas tetapi tentu seizin penghuni Kampung. Anda lebih lama menikmati pesona perkampung adat Rangat. Merasakan sejuknya udara sepanjang malam di lembah ini adalah pengalaman mengesankan untuk kita bawa pulang.

Rute perjalanan ke Kampung adat Rangat

Dari Labuan Bajo sekira 90 menit perjalanan dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Tiba di Simpang Langgo (ruas jalan Trans Flores), belok kanan melintasi jalan Kabupaten menuju perkampungan adat Rangat. Dari Simpang Langgo sekitar 15 menit tiba di kampung baru Rangat. Anda belok kiri lagi melintasi ruas jalan lapen sejauh 300 meter.

Sepanjang perjalanan dari simpang Langgo hingga tiba di lembah perkampungan adat itu, Anda menikmati pemandangan yang tersaji secara alami.

Menggunakan kendaraan roda membuat petualangan Anda terasa lebih menyenangkan, karena dapat melihat secara langsung keindahan alamnya. Hawa yang sejuk dan udaranya bersih bebas polusi.

Jika Anda menggunakan mobil, harap tetap waspada karena kondisi jalan yang rusak. Sepanjang perjalanan menuju kampung adat Rangat, Anda menikmati pemandangan hamparan pohon pinang membentang hijau sejauh mata memandang.

Akses menuju lembah perkampungan adat itu memang belum terlalu mulus. Ruas jalan sempit beraspal (lapen). Namun kendaraan roda dua maupun roda empat sembari menikmati pemandangan yang tersaji alami dan eksotis. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *