Kronologi Kejadian & Rangkaian Acara Pemakaman Jenazah Frater Mario Weleng,MSC

Kronologi Kejadian & Rangkaian Acara Pemakaman Jenazah Frater Mario Weleng,MSC
Ibadah pemakaman jenazah Frater Maryanus Benedictus Weleng MSC di tempat pemakaman Seminari St. Fransiskus Saverius Kakaskasen, Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis (13/4/2023) dipimpin oleh P. Marsel Subi MSC. Foto/Facebook Biara Hati Kudus Skolastikat MSC Pineleng.

iseKemudiaTondano | Okebajo.com | Pada Selasa, 11 April 2023 pukul 09.00 Wita, Frater Mario Weleng yang adalah Frater Tingkat I Skolastikat MSC sekaligus Mahasiswa Semester dua Sekolah Tinggi Filsafat Seminari  Pineleng (STFSP), ikut dalam kegiatan pembubaran Panitia Paskah Komunitas Skolastikat MSC.

Kegitan ini berlansung di Pantai Wanua, Desa Tulap, Kecamatan Kombi, Minahasa, Sulawesi Utara.
Rombongan Frater tingkat satu dan dua yang berjumlah 25 orang pergi meninggalkan Biara MSC dengan menggunakan bus menuju lokasi pantai.

Setibanya rombongan di lokasi melaksanakan ibadah singkat dan lanjut dengan makan siang lalu bersantai di Pantai Tulap.

Saat itu Frater Mario Weleng bersama rekan lain mandi di pantai Kawis Lalumpe yang tak jauh dari lokasi pantai Wanua Tulap.

Tak lama, rekan-rekannya kembali melaporkan bahwa korban sudah tidak ada di sekitar perairan pantai Kawis Lalumpe.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 14.00 Wita.

Tentang kejadian yang menimpa Frater Mario Weleng, setelah mendengar berita tersebut, rekan-rekannya bersama penanggung jawab lokasi lansung melakukan pencarian di sekitar Pantai Kawis.

Umat dari paroki Tondano turut membantu dalam proses pencarian sejak malam hari hingga pagi keesokan harinya.

Tim SAR baru menemukan Frater Mario dalam keadaan tidak bernyawa pada Rabu 12 April 2023, pukul 08.10 Wita.

Proses evakuasi

Tim SAR lansung mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian dan lansung menuju Biara Hati Kudus Yesus, Skolastikat MSC Pineleng.

Foto : Fr. Mario Weleng

Frater Mario meninggal dalam usia 22 tahun.

Sehubungan dengan berita wafatnya Frater Mario, Pater Tino Ulahayanan MSC selaku Pastor Parokinya telah menyampaikan kabar tersebut kepada pihak orangtua dan seluruh keluarga di Dobo, Kepulauan Aru, Maluku.

Sementara saat ini, Frater Mario juga sedang menjalani pembinaan di Seminari Menengah Santo Yudas Tadeus Langgur dan duduk di kelas X.

Oleh karena itu, kita doakan keselamatan kekal Frater Mario dan keluarga yang Ia tinggalkan, lebih khususnya keluarga asal di kampungnya agar diberikan kekuatan dan penghiburan iman sejati.

Selamat jalan Frater. Masuklah dalam kebahagiaan abadi untuk menerima imamatmu yang sejati di surga. Doakan kami yang masih berziarah di dunia ini.

Jenazah Fratrer dimakamkan di tempat pemakaman Seminari St. Fransiskus Saverius Kakaskasen, Tomohon, Sulawesi Utara pada Kamis, 13 April 2023.

Rangkaian Acara Seputar Kematian Frater Maryanus Benedictus Weleng, MSC

Rabu 12 April :
1. Penerimaan Jenazah dan Ibadah di Kapel Komunitas pukul 14.20 Wita.
2. Ibadah sore arwah (vesper arwah) pukul 18.00 Wita.
3. Misa requem bersama Civitas Academica Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) pukul 20.00 Wita oleh Ketua STFSP,  P. Gregorius Hertanto MSC.
4. Malam Tirakatan pukul 21.30 Wita-selesai.

Kamis, 13 April :
1. Acara Pelepasan jenazah pukul 13.00 Wita
*Pembacaan riwayat hidup,
* Sambutan : Mewakili keluarga, pemerintah, Pihak STFSP, dan sambutan mewakili  Tarekat,
2.  Misa pemakaman pukul 14.00 Wita dipimpin oleh  Superior Skolastikat MSC, P. Anselmus Jamlean MSC.
3. Pemberkatan jenazah oleh P. Julius Sodah MSC.
4. Perarakan ke tempat pemakaman di Seminari St. Fransiskus Saverius Kakaskasen
5. Ibadah pemakaman  dipimpin oleh P. Marsel Subi MSC.

Frater Maryanus Benedictus Weleng, MSC merupakan anak sulung dari bapak Maksimus Hamsi berasal dari Kampung Mbodong, Desa Golo Kondeng, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang tinggal di Dobo, Kepulauan Aru, Maluku

“Kami sangat berdukacita mendalam. Kami dengar kabar duka ini hari Selasa kemarin. Frater Mario anak sulung dari kakak Kami, Maksi Hamsi. Dia kerja di Ambon”, ungkap Arsy keluarga korban di Kampung Mbodong, Desa Golo Kondeng, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. *

(Sumber : Laman Facebook Biara Hati Kudus Skolastikat MSC Pineleng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *