Kapolres Josephien Vivick Tjangkung Gandeng Multipihak Atasi TPPO di Lembata

Kapolres Josephien Vivick Tjangkung Gandeng Multipihak Atasi TPPO di Lembata
Kapolres Lembata, AKBP Josephien Vivick Tjangkung, S.Sos, M.I.Kom menghadiri diskusi penting dengan pelbagai elemen masyarakat di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Lembata | Okebajo.com | Kapolres Lembata, AKBP Josephien Vivick Tjangkung, S.Sos, M.I.Kom menghadiri diskusi penting dengan pelbagai elemen masyarakat di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Diskusi ini berlangsung di rumah jabatan Bupati Lembata di Lamahora, Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata pada Sabtu, 29 April 2023 pukul 17.35 Wita.

Hadir dalam forum diskusi ini, LSM TRUK-F, Kapolres Lembata, AKBP Josephien Vivick Tjangkung, S.Sos, M.I.Kom, Penjabat Bupati Lembata, Drs. Marsianus Jawa, M.Si, Ketua Relawan TRUK-F, Pater Ignas Ledot, SVD,  P. Otto Gusti, SVD, P. Marselinus V. Raring, SVD, Frater Ando Roja, SVD, Heni Hungan dan Osa Keytimu.

Hadir pula Kasat Narkoba Polres Lembata AKP Victor Hari Saputra, S.Pi, M.Si, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Lembata Wenseslaus Pukan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Lembata dr. Lucia Enggaryati.

Para tokoh tersebut berdiskusi untuk meramu gagasan, mengingat masukan dan informasi dan juga merumuskan solusi untuk mengatasi  masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah hukum Polres Lembata.

Diskusi ini juga menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk saling berbagi informasi, masukan, meramu gagasan dan berkoordinasi  multipihak. Hal ini sebagai upaya dalam mengatasi masalah TPPO di wilayah Kabupaten Lembata.

Sementara itu, Kapolres Lembata, AKBP Josephien Vivick Tjangkung menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima informasi tentang keberadaan korban TPPO di Lembata.

Oleh karena itu, Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap informasi terkait TPPO dan melakukan penyelidikan.

Kapolres Josephien Vivick Tjangkung berharap diskusi ini dapat memberikan solusi terbaik bagi penanganan TPPO di wilayah Kabupaten Lembata.

Menurut dia, kehadiran LSM TRUK-F  dalam diskusi ini menekankan betapa pentingnya kerja sama. Baik itu antara lembaga pemerintah, aparat keamanan, dan LSM dalam mengatasi masalah TPPO. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *