Breaking News : Jalan Rusak Parah, Warga Gotong Keranda Bawa Pasien ke Puskesmas

Breaking News : Jalan Rusak Parah, Warga Gotong Keranda Bawa Pasien ke Puskesmas
Warga terpaksa menggotong pasien menggunakan keranda kayu menuju Puskesmas. Upaya mereka agar  pasien segera mendapatkan pertolongan medis. Foto/Ist

Labuan Bajo | Okebajo.com | Kondisi Infrastruktur jalan rusak  parah, warga terpaksa menggotong pasien menggunakan keranda kayu menuju Puskesmas. Upaya mereka agar  pasien segera mendapatkan pertolongan medis.

Pasien bernama Veronika Baina (70 tahun), seorang ibu janda lanjut usia (lansia), warga Kampung Tembel, Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Warga  jalan kaki sambil menggotong pasien dari kampung Tembel menuju kampung Ndengo. Sekira 7 kilometer jauhnya.

Rencananya mobil keluarga menjemput pasien di kampung Ndengo bawa ke Puskesmas Werang, ibukota Kecamatan Sano Nggoang.

Jalan rusak parah

Potret memilukan ini terjadi akibat ruas jalan dari  Cabang Langgo menuju Werang rusak parah.

Seluruh moda angkutan umum, baik roda 4 maupun roda 2 tidak lagi melintasi ruas jalan yang rusak parah itu.

Aspal jalan telah lama rusak tergerus air hujan dari tahun ke tahun. Titik kerusakan paling parah terjadi di wilayah Dusun Rangat, Tembel hingga Dusun Ndengo.

Jalan Kabupaten ini ditinggalkan sepi  dan tidak terawat lagi sejak ruas jalan Bambor-Werang sudah hotmix.

Padahal, ruas jalan ini  merupakan jalur strategis dan paling singkat menuju Kecamatan Sano Nggoang.

Dulu, mobilitas warga setempat  saban hari berjalan lancar. Hasil komoditi warga yang ada di sepanjang jalan itu mudah diangkut menggunakan kendaraan umum. Tapi kini,  warga terisolasi seperti yang terjadi pada masa 50 tahun silam.

Tidak hanya warga. Mobilitas para wisatawan manca negara dan domestik kini sepi akibat kondisi jalan tersebut.

Ruas jalan Cabang Langgo-Werang adalah akses penghubung antardesa yang tersebar di  Kecamatan Sano Nggoang. Mulai dari Desa Wae Lolos, Golo Kondeng, Golo Ndaring, Golo Mbu, Watu Panggal, Sano Nggoang, Wae Sano, Golo Manting, Golo Sengang, Matawae dan ratusan kampung di Kecamatan tersebut.

Data Lakalantas

Tercatat, tujuh kali kejadian lakalantas roda empat terjadi dalam lima tahun terakhir.

1. Lakalantas maut merenggut nyawa H.Naser Ridwan (63 tahun). Mobil Kijang DR 1374 KZ yang dikendarainya terperosok sejauh 14 meter. Kecelakaan maut ini terjadi, Jumat malam (10/4/2020) pukul 20.00 Wita saat mobil itu melintasi jalan menurun sebelum memasuki kampung Langgo, Desa Wae Lolos.

2. Mobil Fortuner yang ditumpangi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Blasius Jeramun lari mundur di jalan tanjakan hingga terperosok sejauh belasan meter, Selasa (28/4/2020) petang di jalan Langgo-Werang, tepatnya di Dusun Ndengo, Desa Wae Lolos.

3. Dua bulan kemudian, Minggu (21/6/2020), mobil dum truk terjungkal nyaris masuk jurang terjal.  Lakalantas ini terjadi di lereng Toto Ninu, Dusun Rangat, Desa Wae Lolos, ruas jalan Cabang Langgo – Werang. Dum truk nomor polisi N 9336 VE itu mengangkut 10 batang tiang listrik PLN menuju Desa Wae Sano. Tidak ada korban jiwa.

4. Kamis (14/1/2021) petang pukul 16.00 Wita, mobil dum truk mengakut tiang listrik tergelincir. Melindas  sayap jembatan hingga ambruk. Lakalantas tunggal ini juga terjadi di ruas jalan Langgo-Werang, tepatnya di jembatan Wae Brisung, Desa Wae Lolos. Tidak ada korban jiwa.

5. Senin (8/2/2021) pukul 13.00 Wita, Armada angkutan umum DAMRI  nomor polisi 5427 terlempar ke tebing. Lakalantas ini tepatnya di tikungan tajam setelah Jembatan Wae Brisung, Desa Wae Lolos. Tidak ada korban jiwa.

6. Sebuah mobil box terguling, Kamis (3/6) pagi pukul 08.00 Wita di tikungan tajam sebelah kali Wae Brisung, antara Dusun Tembel dengan Dusun Ndengo, Desa Wae Lolos.

7. Mobil  truk angkutan umum terbenam ke dalam lumpur di tikungan Wae Weto sebelum memasuki kampung Tembel.

Hotmix baru 1 Km

Intervensi Pemkab Manggarai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menggelontorkan anggaran (DAK TA 2020) sebesar Rp 1,7 Miliar untuk pekerjaan Hot Rollet Sheet (HRS) /hotmix  ruas jalan tersebut sepanjang 1 Km. Pekerjaan ini mulai kerja pada Mei 2020 lalu oleh Kontraktor pelaksana CV. Idaman Konstruksi dengan nilai kontrak Rp1.757.539.000.

Selain itu, Tahun 2023 ini Pemkab Manggarai Barat menggelontorkan anggaran sebesar Rp240 juta untuk pemeliharaan jalan Kabupaten itu. Namun hingga hari ini belum terlihat ada aktivitas pemeliharaan yang dilakukan.  *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *