Toilet Wanita Diserbu Laki-laki, Pemkab Mabar Huru-Hara Perbaiki

Toilet Wanita Diserbu Laki-laki, Pemkab Mabar Huru-Hara Perbaiki
Penampakan fasilitas toilet dan kamar mandi di pusat wisata kuliner Seafood Kampung Ujung Labuan Bajo. Foto/Ist

Labuan Bajo | Okebajo.com | Pemkab Mabar melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM bertindak cepat mengatasi kesemrawutan toilet dan kamar mandi yang ada di pusat wisata kuliner Seafood Kampung Ujung Labuan Bajo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, drh. Theresia Primadona Asmon (Ney Asmon) mengakui toilet di lokasi minim sarana prasarana penunjang, terutama  kekurangan daya tampung air.

“Sebelumnya tidak dibuka karena masalah daya tampung air tidak ada. Namun, kini PDAM telah membantu dengan menggantikan pompa dan menambah tandon penampung khusus untuk toilet sehingga aman digunakan oleh banyak pengunjung,”Jelas Ney Asmon

Rekrut 2 staf baru

Ney Asmon menjelaskan bahwa pemkab Mabar kini sudah menyiapkan dua staf khusus yang bertugas untuk mengurus toilet untuk pria dan wanita.

“Sekarang sudah ada 2 staf/petugas khusus yang kami rekrut untuk mengurus toilet pria dan wanita,” jelasnya

Ia berharap fasilitas tersebut dapat difungsikan dengan baik dan bertanggung jawab, serta hanya digunakan oleh pengunjung dan pengguna kuliner.

Berita sebelumnya, para pengunjung menyerbu toilet wanita di pusat wisata luliner Kampung Ujung Labuan Bajo. Antrian panjang di depan toilet maupun kamar mandi wanita. Ini terjadi lantaran toilet/kamar mandi pria terkunci rapat.

Akibatnya, pengunjung yang didominasi oleh para pria terpaksa harus mengantri. Mereka  silih berganti menggunakan toilet wanita tersebut.

Para pengunjung yang sedang antri mengaku kecewa.  Ada yang mengeluh karena keberadaan toilet maupun kamar mandi strategis ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

Seorang pengunjung adalah Wahyu. Pelancong asal Jakarta yang baru datang di Labuan Bajo itu mengeluhkan hal tersebut.

“Tadinya aku pengen ke toilet Mas. Tapi pas sampai di sana saya enggak jadi masuk karena antriannya panjang sekali.  Toilet hanya satu yang buka. Jadinya toilet untuk perempuan malah dipakai oleh laki-laki. Kasian yah”, aku Wahyu sembari geleng-geleng kepala.

Ia berharap fasilitas penunjang di spot wisata kuliner Seafood Kampung Ujung Labuan Bajo itu pemerintah memerhatikan.

“Kesal tentu, yaah mau gimana lagi situasinya begitu. Berharap ini diperhatikan betul, apalagi ini terjadi di depan mata ada ivent besar Asean Summit,” tegur Wahyu.

Mereka berharap pihak terkait dapat memperhatikan fasilitas tersebut karena lokasi tersebut menjadi salah satu yang paling diminati oleh para wisatawan, termasuk dalam acara besar Asean Summit. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *