Buaya Serang Warga dan Ternak di Desa Golo Sepang

Ancaman Buaya Muara Mengguncang Warga Dusun Terang 2, Desa Golo Sepang
Munculnya buaya-buaya yang masuk ke pemukiman warga telah menimbulkan kecemasan dan ketidakamanan di kawasan tersebut. Foto/Ist

Labuan Bajo | Okebajo.com | Buaya muara menyerang warga Dusun Terang 2, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hampir saban hari, ada belasan ekor buaya muara masuk ke pemukiman warga menimbulkan kecemasan dan ketidakyamanan warga setempat.

Kepala Desa Golo Sepang, Saverius Banskoan, S.H membenarkan kejadian tersebut.

“Warga di Dusun Terang 2 ini terancam karena diserang buaya-buaya muara.  Hampir setiap hari buaya masuk ke pemukiman warga. Tidak hanya warga. Hewan ternak seperti kambing, ayam, dan bebek menjadi korban dimangsa buaya,”kata Saverius kepada Okebajo.co, Jumat malam, 26 Mei 2023.

Ia mengaku khawatir dengan keselamatan warganya, terutama anak-anak yang tinggal di sekitar muara tersebut.

Meski demikian, Pemerintah Desa Golo Sepang belum melaporkan secara resmi hal ini kepada pihak terkait.

Ia berharap agar Kantor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Manggarai Barat dapat memberikan bantuan dalam mengamankan hewan buas tersebut.

“Hampir setiap hari buaya muara masuk ke pemukiman warga dengan jumlah yang mencapai belasan ekor. Situasi ini semakin memprihatinkan karena sejak sebulan terakhir serangan buaya-buaya tersebut semakin sering terjadi. Warga setempat mengakui bahwa hampir setiap hari ada korban hewan peliharaan yang menjadi mangsa buaya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan peralatan untuk menangkap buaya serta kesadaran akan perlindungan hewan terlindung ini membuat warga hanya bisa pasrah dalam menghadapi situasi ini.

Kepala Desa Golo Sepang berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkrit untuk menangani kecemasan warga.

Ia juga menekankan pentingnya peran dinas terkait dalam turun langsung ke lokasi untuk mengamankan buaya-buaya tersebut. Tanpa tindakan yang cepat, bukan tidak mungkin masyarakat akan mengambil jalur alternatif membunuh binatang buas itu.

Nelayan takut melaut

Dampak lain. Para nelayan setempat tidak dapat melaut karena ketakutan akan serangan buaya.

Selain itu, anak-anak dan orangtua yang rumahnya berdekatan dengan muara kali juga sangat rawan ada serangan buaya.

“Banyak rumah warga di sepanjang bantaran muara. Warga di sepanjang muara takut adanya serangan buaya,” ungkapnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *