Batu Anti Rabies Ada di Manggarai Timur

Batu Anti Rabies ada di Manggarai Timur
Batu anti rabies yang melekat ketika ditempelkan pada bekas luka gigitan anjing. (Kaki pasien yang saat ini sedang menjalani pengobatan). Foto/Windy

Borong | Okebajo.com | Batu Anti Rabies. Obat mujarab. Terbukti telah menyelamatkan nyawa banyak orang. Batu ini memiliki energi positif menyedot racun yang masuk ke dalam tubuh manusia akibat gigitan hewan berbahaya, anjing rabies.

Pemilik batu ajaib ini seorang Guru ASN. Namanya Pius Pande, S.Pd.

Guru Pius bertugas di Manggarai Timur sejak tahun 1986. Berdomisili di kampung Weleng, Desa Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Kisahnya

Pada tahun 2005, ia membeli batu itu dari seorang Pastor berkebangsaan Prancis. Namanya Pastor Lobato. Pastor Lobato yang pernah bertugas di Paroki Wolo Tolo, Kabupaten Ende.

Pada tahun yang sama, wabah rabies  melanda daerah tersebut hingga  menyebar di daratan Flores.

“Saya beli batu ini dari seorang Pastor namanya Pater Lobato, beliau pernah bertugas di Paroki Wolo Tolo Kabupaten Ende. Saya membelinya dengan harga 25 ribu/biji,” kisah pria asal Kabupaten Ende itu

Batu milik guru Pius ini jadi andalan ketika wabah Rabies melanda masyarakat, terutama di Desa Nampar Tabang dan sekitarnya,

Banyak kesaksian telah mengkonfirmasi keampuhan batu ini. Banyak pasien rabies yang sembuh berkat batu anti rabies itu.

Ribuan pasien dari berbagai wilayah di Manggarai Timur telah datang ke rumah guru Pius untuk minta pertolongan. Mereka terbukti sembuh setelah menjalani pengobatan menggunakan batu tersebut.

“Berkat khasiat dari batu ini, sudah hampir ribuan orang pasien yang berhasil sembuh yang datang dari berbagai wilayah di Manggarai raya ini. Pasien yang digigit anjing rabies datang ke rumah untuk pengobatan. Dan Itu terjadi mulai dari tahun 2005 hingga tahun 2008,” tuturnya

Metode pengobatan yang digunakan sangat sederhana namun efektif.

Guru Pius menjelaskan cara penggunaan batu tersebut pada korban.

“Tempelkan batu ini pada bagian tubuh yang terkena gigitan anjing rabies.
Jika batu tersebut melekat seperti magnet ketika ditempelkan pada luka bekas gigitan, itu menandakan bahwa racun telah masuk ke dalam tubuh. Sebaliknya, jika batu tersebut tidak melekat, maka itu menunjukkan bahwa tidak ada racun yang masuk,” terangnya.

Setelah batu ini melekat, pasien hanya perlu menunggu hingga batu tersebut terlepas dengan sendirinya.

“Hal ini menandakan bahwa racun dalam tubuh telah tersedot habis oleh obat batu tersebut,”ungkapnya

Batu anti rabies yang melekat ketika ditempelkan pada bekas luka gigitan anjing. (Kaki pasien yang saat ini sedang menjalani pengobatan). Foto/Windy

Pius Pande juga mengingatkan bahwa meskipun Batu Anti Rabies telah berhasil menyembuhkan banyak orang, namun penting bagi masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran dari tim medis.

Meskipun banyak kesaksian yang mendukung efektivitas Batu Anti Rabies, Pius Pande menyadari bahwa obat ini masih perlu melalui uji klinis.

“Kalaupun banyak kesaksiannya, batu ini memang masih perlu melalui uji klinis dan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan validasi ilmiah yang lebih kuat. Jadi Penting bagi masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran medis yang ada, seperti mendapatkan vaksinasi rabies jika terkena  gigitan hewan yang berpotensi membawa penyakit tersebut,” imbuhnya

Pius Pande juga mengisahkan bahwa dulu pada masa media cetak, Pastor Lobato pernah  menulis artikel tentang batu tersebut melalui majalah DIAN yang terbit di Ende.

“Pada zaman majalah DIAN, dalam artikel tersebut, Pater Lobato menjelaskan bahwa Batu Anti Rabies adalah hasil olahan dari telapak kaki sapi bagian kiri yang dicuci bersih, kemudian dibakar hingga mengental dan berwarna hitam seperti arang,” tutupnya *

Jangan Lupa Baca Berita Menarik dari Oke Bajo di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *