SP2HP Telah Keluar, PH Korban Pengeroyokan Karyawan Restoran Bajo Booze Minta Polres Mabar Segera Tahan Pelaku

Ilustrasi pengroyokan. Foto/net

Labuan Bajo, Okebajo.com,- Kasus pengeroyokan yang dialami Yohanes, seorang karyawan Restoran Bajo Booze di Labuan Bajo, kini terus bergulir dengan keluarnya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) oleh Kepolisian Resort Manggarai Barat.

Kejadian tragis ini, yang melibatkan sekelompok orang pada Kamis malam 19 Oktober 2023 lalu.

Fitroh Irawati selaku Kuasa Hukum Yohanes (korban) mengakui, kasus yang menimpa kliennya telah mencapai progres yang diharapkan.

“Kepolisiam Resort Manggarai Barat telah mengeluarkan SP2HP terhadap LP. /B/222/X/2023/SPKT/POLRES MANGGARAI BARAT/ POLDA NUSA TENGGARA TIMUR, tanggal 19 Oktober pukul 21.58 Wita terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap klien atas nama Yohanes yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang,” ungkap Fitroh Kamis, 2 November 2023.

Kata Fitroh, SP2HP penting dikeluarkan oleh Kepolisian Resort Manggarai Barat agar pelapor dapat memantau kinerja kepolisian dalam menangani kasus yang menimpa kliennya.

“Saya rasa kerja kepolisian sangat bagus dan cepat untuk menangani kasus pengeroyokan ini. Besar harapan kami agar pelaku pengeroyokan ini bisa segera ditahan secepatnya, mengingat alat-alat bukti sudah cukup kuat untuk membuktikan kejahatan ini,” kata Fitroh

Fitroh pun menyampaikan apresiasi atas kinerja kepolisian Resort Manggarai Barat yang sigap dalam menangani kasus yang menimpa kliennya.

“Kami percaya bahwa kepolisian dapat menyelesaikan kasus ini secara professional dan keadilan benar ditegakan kepada kilen kami yang sudah menajdi korban Pengeroyokan. Kami tidak ingin klien kami bekerja dibawah bayang-bayang ketakutan, traumatis, dengan masih gantungnya kasus ini. Sekali lagi, kami menaruh harapan akan profesionalitas Polres manggarai Barat. Oleh sebab itu, kami meminta pihak kepolisian untuk segera menetapkan tersangka dari kasus Pengeroyokan klien kami,” ungkapnya

Informasi yang dihimpun media ini bahwa kronologi kasus ini dimulai ketika Yohanes dan beberapa karyawan lainya diduga dikeroyok oleh sekelompok warga saat sedang menjual daging babi di depan restoran Bajo Booze jalan Alo Tani, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis 19 Oktober 2023 malam.

Insiden tersebut bermula dari perdebatan dengan salah seorang penghuni rumah di sebelah restoran yang tidak setuju dengan penjualan daging babi.

Yohanes mencoba memediasi dan meminta penghuni rumah tersebut untuk menyampaikan keluhannya langsung kepada pemilik restoran atau pemerintah setempat, karena Yohanes hanyalah seorang pekerja. Namun, konflik berlanjut hingga mencapai puncaknya ketika Yohanes dikeroyok dan akhirnya dipukuli oleh sekelompok orang.

Rekan kerja Yohanes bernama Erik, juga menjadi korban ketika mencoba membantu Yohanes dan terluka dalam insiden tersebut.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *