Preman Palak Satu Keluarga Asal Mabar di Pelabuhan Makassar

Kapal Leuser sandar di Pelabuahn Makassar, Jumat, (24/11/2023).

Makassar | Okebajo.com | Aksi premanisme memalak pengunjung hingga pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Makassar sangat meresahkan. Terbaru, aksi preman Pelabuhan Makassar melakukan pemalakan terhadap satu keluarga berasal dari Kabupaten Manggarai Barat. Aksi pemalakan itu terjadi ketika M dan keluarganya baru tiba di kawasan Pelabuhan Makassar dari Labuan Bajo pada Jumat (24/11/2023) pagi.

“Tadi pagi saya dan keluarga tiba di Pelabuhan Makassar tanggal 24 November 2023 pukul 04.45 Wita dini hari.  Di Pelabuhan Makassar ada dua preman yang memungut biaya parkir  kendaraan kepada penumpang. Saya dan keluarga jadi korban”, ujar M kepada Okebajo.com, Jumat (24/11/2023) pagi.

Kronologis kejadian

M membeberkan kronologi aksi pemalakan yang dilakukan oleh kedua preman di kawasan Pelabuhan tersebut.

Sesaat setelah memesan grab car, M langsung menuju mobil yang terparkir tak jauh dari pintu keluar pelabuhan.  Ia kemudian memasukan semua barang bawaannya ke dalam bagasi mobil.

Saat bersamaan, dua orang pria
tinggi badan sekira 170 cm tiba-tiba menghampiri mereka dan meminta uang parkir kendaraan. Kedua pelaku lalu mendesak korban membayar biaya parkir sebesar Rp 200 ribu.

“Kedua preman itu memakai sweater hitam dan bertopi. Saya mulai curiga dari gelagat kedua pria itu, namun saya berusaha stay calm.
Mereka mendekati saya lalu bertanya, “Bos sudah tahu  aturan di sini”? tanya kedua pria itu dengan dialeg Makassar). Aturan parkir kendaraan  di sini ditanggung oleh penumpang,” tegas kedua preman kepada M.

“Berapa biayanya”? tanya M kepada kedua preman itu. Mereka menjawab, 100.000. Saya langsung rogoh saku  memberikan uang Rp200.000″, tutur M mengisahkan kejadian tersebut.

Dalam perjalanan, M lalu bertanya kepada Driver grab tentang aturan biaya parkir di Pelabuhan Makassar.
Menurut sopir grab, itu aksi premanisme yang sering terjadi di Pelabuhan Makassar.

Sayangnya, saat kedua preman melancarkan aksinya, sopir Grab itu diam membisu. Ia beralasan takut, sebab ia juga sering kali diancam oleh para preman Pelabuhan tersebut.

“Mohon maaf Abang, itu sebenarnya aksi preman. Saya takut bang. Saya sudah pernah diancam sama mereka sebelumnya karena saya membela penumpang saya,” ujar M menempati sopir Grab itu. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *