Pemotor Asal Rengkas Diserang Begal Brutal di Jalan Trans Flores, Uang Rp10 Juta Raib

Ilustrasi pembegalan (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo)

Labuan Bajo | Okebajo.com | Komplotan begal menyerang seorang pengendara sepeda motor (pemotor) berinisial BM (27), warga Kampung Rengkas-Kempo, Desa Watu Wangka, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Akibat penyerangan secara brutal itu, BM menderita luka-luka di bagian dada hingga jatuh terkapar. Sementara itu, pelaku juga merampas tas milik korban yang berisi uang tunai Rp10 juta.

Kepada Wartawan, korban menjelaskan aksi penyerangan itu terjadi ketika ia mengendarai sepeda motor melintasi jalan Trans Flores dari arah Labuan Bajo menuju kampung Rengkas pada Kamis malam, 4 Januari 2024 sekira pukul 23.40 Wita.

“TKP persisnya di kawasan hutan sebelah atas kampung Mamis, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling”, ujarnya saat ditemui di RSUD Komodo, Jumat dini hari.

Ia menyebut tiga orang  pelaku yang menyerangnya mengendarai dua unit sepeda motor.

Mereka tiba-tiba mengadang sepeda motor korban seraya meminta rokok.  Saat BM mengaku tidak ada rokok, seketika itu pula mereka memukul BM menggunakan kayu hingga  jatuh terkapar di jalan.

“Ketiga pelaku menyerang saya secara brutal dengan menggunakan dua sepeda motor, Vixion dan motor Matic, sekitar pukul 23.40 Wita”, terangnya.

Menurut BM, sebelum kejadian itu, ia singgah makan malam di warung perempatan Nggorang. Setelah makan, melanjutkan perjalanannya menggunakan sepeda motor.

“Sampai di atas kampung Mamis, saya ditahan dan diserang oleh tiga orang tak dikenal. Mereka menggunakan dua sepeda motor. Mereka minta rokok. Saya jawab, rokok tidak ada.  Mereka memukul saya menggunakan kayu. Tas saya juga dirampas. Baju saya robek dan mengalami luka di dada,” ujarnya.

Uang Rp10 juta raib

BM menuturkan, selain dipukul hingga jatuh terkapar, ketiga pelaku juga merampas tas miliknya yang berisi uang tunai sebesar Rp10.000.000.

Setelah berhasil merampas tas korban, para pelaku kabur melarikan diri ke arah Labuan Bajo.

Beberapa menit setelah korban jatuh terkapar, ia berusaha bangun lalu menelpon temannya bernama Doman, petugas keamanan di RSUD Komodo.

Security RSUD Komodo itu membenarkan bahwa BM menelpon dirinya  ihwal kejadian tersebut dan meminta bantuannya untuk pergi menjemput korban di TKP.

Setelah tiba di lokasi, Doman melihat BM terluka dan segera membawanya ke RS Komodo untuk mendapatkan perawatan medis.

“Tadi dia menelpon saya, minta tolong untuk menjemputnya. Akhirnya saya bergegas dari RS ke Mamis. Sampai di sana, saya melihat BM terluka. Saya berusaha untuk membawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan”, kata Doman, Jumat (5/1) pukul 01.30 dini hari  Wita di RSUD Komodo.

Setelah mendapat perawatan medis, keluarga korban membawa BM ke rumah keluarga mereka di Merombok lalu diantar ke kampung Rengkas. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *