Warga Minta Polisi Tindak Tegas Pelajar Bolos Sekolah, Miras dan Balap Liar

Kegiatan “Jumat Curhat” yang digelar Polres Manggarai Barat di Aula Kelurahan Labuan Bajo. Foto/Humas Polres

Labuan Bajo|Okebajo.com|Masyarakat kota Labuan Bajo meminta Polres Manggarai Barat agar aktif memberantas kenakalan remaja yang  kerap terjadi di kota pariwisata  super premium itu.

Ibu Ningsi menyebut kenakalan remaja yang acapkali dilakukan oleh para remaja antara lain minuman keras dan bolos sekolah dan balap liar.

“Pada saat jam sekolah banyak anak-anak yang bolos dan nongkrong di warung sekitar kawasan Pantai Pede. Mohon  Polisi untuk lakukan razia agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tawuran antarpelajar,” ungkap Ningsih, warga Kelurahan Labuan Bajo.

Ningsi juga meminta  kepada Polisi untuk menindak tegas pemotor balap liar yang marak dilakukan saat bulan suci Ramadhan.

Ibu Ningsi menyampaikan keluhan ini saat ikut kegiatan “Jumat Curhat” yang digelar Polres Manggarai Barat di Aula Kelurahan Labuan Bajo Jumat pekan lalu.

Program “Jumat Curhat ini  dilaksanakan dengan tujuan untuk menampung keluhan, curhatan, serta masukan dari masyarakat secara langsung.

Program Jumat Curhat serentak dilakukan secara serentak oleh semua Polsek jajaran di wilayah hukum Polres Manggarai Barat.

Kapolres Mabar, AKBP Felli Hermanto, S.I.K., M.Si melalui Kasat Binmas, AKP Muhammad Yakub (Eko) menyatakan siap menindaklanjuti  keluhan dan permintaan warga  masyarakat dalam kegiatan itu.

“Kita akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai Barat agar bersama-sama menggelar razia dan memberikan imbauan kepada pihak sekolah maupun orang tua sehingga dapat mencegah aksi bolos yang dilakukan oleh pelajar,” jelas Kasat Binmas.

Untuk aksi balap liar, ia akan meneruskan kepada Satlantas Polres Mabar untuk menempatkan personil di tempat yang biasa dijadikan arena balap liar tersebut.

“Sejumlah petugas akan ditempatkan di titik-titik nongkrong anak muda, terutama lokasi balap liar  yang dilakukan di persawahan sebelum jembatan Nanga Nae,” tegas Polisi Eko.

“Kita juga  berkoordinasi dengan para orang tua pelajar agar selalu mengawasi anak-anaknya. Kalau bisa diberikan pembinaan sehingga kejadian ini tidak terulang kembali. Apalagi pelajar ini adalah generasi masa depan bangsa yang harus kita jaga mental dan kepribadiannya,” Ujar Polisi Eko. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *