Canggih Posko 91 Command Center KTT ASEAN di Labuan Bajo

Canggih Posko 91 Command Center KTT ASEAN di Labuan Bajo
Posko 91 Command Center KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Foto/Humas Polres Manggarai Barat

Labuan Bajo | Okebajo.com | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek langsung posko 91 Command Center dari seluruh rangkaian pengamanan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Posko 91 Command Center itu adalah pusat kendali operasi  pengamanan dan pengawasan pihak Kepolisian untuk seluruh rangkaian kegiatan internasional itu.

Melalui Command Center, seluruh petugas akan terawasi. Bisa secara langsung melakukan koordinasi serta melaporkan situasi dan kondisi yang terjadi.

“Tadi kita cek ke beberapa titik dan salah satunya saat ini kita berada di 91 Command Center, pusat kendali seluruh rangkaian kegiatan operasi yang akan kita laksanakan,” ujar Kapolri Sigit, Rabu (3/5/2023) kemarin.

Siap amankan KTT ASEAN

Kapolri menegaskan, Polri siap mengamankan seluruh rangkaian kegiatan event internasional ASEAN Summit di kota pariwisata super premium itu.

Polri melakukan penjagaan serta pengawasan mulai dari Bandara Komodo, titik akomodasi hingga lokasi utama pelaksanaan KTT ASEAN.

“Jadi kita cek langsung mulai dari bandara, titik akomodasi sampai dengan tempat kegiatan. Semuanya termonitor dan terawasi. Petugas yang melaksanakan tugas semuanya bisa tersambung,” terangnya.

Fungsi Posko 91 Command Center

Kapolri menerangkan bahwa melalui Posko 91 Command Center, petugas bisa melaporkan kegiatan mereka pada saat di lapangan dengan pusat kendali Command Center.

“Dari Command Center tentunya bisa berikan perintah terkait dengan langkah dan kegiatan yang harus dilaksanakan,” sambung Sigit.

Kapolri mengatakan, di posko 91 Command Center telah tersedia fasilitas yang bisa mendeteksi identitas, baik tamu, delegasi maupun masyarakat sekitar.

“Kemudian, kita cek juga tadi satu per satu terkait fasilitas yang ada. Mulai bagaimana Command Center bisa mendeteksi masyarakat yang datang, baik tamu asing ataupun masyarakat lokal, identitasnya,” ungkapnya.

“Kemudian juga kita pasang data-data orang yang harus diawasi, yang ada di catatan kepolisian. Tentunya itu juga menjadi bagian yang kita pastikan semuanya bisa berjalan,” tambahnya.

Semua kapal terdeteksi

Sigit menyebut, pihak kepolisian juga akan melakukan pengawasan terhadap data seluruh kapal yang melintas saat berlangsungnya seluruh rangkaian kegiatan ASEAN Summit. Pengawasan terkait kapal tersebut karena lokasi kegiatan berada di dekat pantai.

“Kita ingin memastikan bahwa semua kapal yang ada bisa terdeteksi, jenis kapalnya apa, pemiliknya siapa. Terima kasih sudah berikan akses untuk kita. Sehingga demikian, semua jalur masuk, baik lewat dermaga, lewat laut semuanya bisa terdeteksi,”ungkapnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *