Operasi SAR Ditutup, 7 Hari Pencarian Korban Tidak Ditemukan

Operasi SAR Ditutup, 7 Hari Pencarian Korban Tidak Ditemukan
Koordinasi dengan keluarga korban perihal penutupan operasi SAR. Foto/Humas Basarnas Maumere

Kalabahi | Okebajo.com | Tim SAR Gabungan menutup operasi pencarian seorang nelayan yang hilang saat memancing ikan di perairan Pandai Kecamata Pantar, Kabupaten Alor.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Mexianus Bekabel menjelaskan penutupan operasi SAR berdasarkan evaluasi bersama keluarga korban dan telah sesuai SOP Basarnas.

Ia jelaskan, SOP Basarnas sesuai Undang-undang tentang pencarian dan pertolongan. Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolonga dalam jangka waktu paling lama tujuh hari. Namun apabila menemukan korban di kemudian hari maka operasi SAR akan kita buka kembali.

“Operasi SAR oleh Tim SAR Gabungan ditutup kemarin sore usai lakukan evaluasi bersama keluarga korban.  Bahwa selama tujuh hari pencarian, namun tanda-tanda penemuan korban nihil,” ungkap Mexianus Bekabel.

Sementara itu juga Ia mengapresiasi Tim Rescue Pos SAR Alor, Polair Alor, Polres Alor, Kodim Alor, BPBD Alor serta masyarakat dan keluarga korban yang sejak awal bersama-sama melaksanakan pencarian terhadap korban.

“Sinergi dan koordinasi ini harus terus kita jaga demi kecepatan respon SAR kepada masyarakat Kabupaten Alor”,

Berita sebelumnya, seorang nelayan bernama Arba Ali (40) berasal dari Desa Bandar, Kecamata Pantar, Kabupaten Alor. Ia hilang saat memancing ikan, Rabu malam, 17 Mei sekira pukul 20.00 Wita.

Selain itu, Mexianus Bekabel menerangkan kejadiannya. Peristiwa ini terjadi di perairan Pandai sekitar 20.9 NM dari Pelabuhan Kalabahi, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Kronologi kejadian

Rabu, 17 Mei pada pukul 20.00 Wita,  Arba Ali, nelayan dari Desa Bandar pergi melaut ke perairan Pandai.

Pada pukul 10.00 Wita, korban hilang kontak.

“Keluarga korban sudah  berupaya melakukan pencarian korban. Namun hanya menemukan  perahu dan perlengkapan pancing milik korban  di sekitar perairan pulau Buaya”, ujar Mexianus.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *