Kisruh Potong Pipa PAM di Pagal, Ketua DPRD Manggarai; ‘Wajar Kalau Pelanggan Mengeluh’

Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir - Foto: Swarantt.net

Ruteng, Okebajo.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai, NTT, Matias Masir, turut menyoroti aksi pengerusakan pipa PAM yang diduga telah dilakukan oleh petugas PAM IKK Cibal di Pagal, pada Jumat (22/9/2023).

Matias kemudian sesalkan sikap tak terpuji petugas lapangan PAM IKK Cibal dan berharap agar petugas PAM segera kembali menyambungkan pipa aliran air ke pelanggan yang terdampak.

“Berkaitan informasi pemotongan pipa oleh Petugas PAM terhadap salah satu pelanggan air minum bersih di Peso Kelurahan Pagal, sangatlah di sesalkan. Oleh karena itu, saya berharap petugas PAM di Pagal kembali sambungkan pipa aliran air ke pelangan bersangkutan”, kata Matias, Minggu (24/9) malam.

Menurutnya, keluhan pelanggan atas ketidakpuasan pemanfaatan air merupakan hal yang wajar. Karenanya, Matias berharap agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Kalau ada keluhan soal ketidakpuasan pelanggan selama ini, itu hal yang biasa karena memang selama ini selalu ada keluhan dari masyarakat/pelanggan bahwa air kadang-kadang jalan dan kadang tidak jalan sehingga wajar kalau mereka mengeluh”, kata Matias.

“Untuk itu, petugas PAM harus menerima kritikan itu dan di tindak lanjuti, bukan malah pipanya dipotong. Saya berharap sikap semacam ini tidak terulang lagi oleh petugas lapangan. Segeralah diskusikan untuk di sambung kembali pipa yang sudah di potong itu”, sambungnya.

Dirinya pun turut menyarankan agar para petugas mempertimbangkan debit air ketika ingin melakukan penambahan pelanggan sehingga tidak menimbulkan keluhan dari pelanggan bilamana terjadi kekurangan air.

“Kalau debit airnya berkurang, stop sudah untuk pelanggan yang baru. Apalah gunanya banyak pelangggan sementara debit air kurang sehingga wajar kalau masyarakat/pelanggan mengeluh dan tidak puas”, sarannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi potong pipa PAM IKK Cibal di Pagal dilakukan oleh petugas lapangan lantaran kecewa atas keluhan yang disampaikan Fransiskus Jelahu selaku pelanggan.

Usai menyampaikan keluhan, pelanggan yang kerap disapa Egi itu lalu dikagetkan dengan aksi petugas yang memutuskan aliran air menuju meteran rumahnya dengan memotong pipa saluran PAM yang telah lama terpasang.

“Saya pahami juga mungkin penyebab air tidak jalan karena debet air kurang, namun kenapa pelanggan yang lain jalan, saya menghargai mereka dengan mendatangi kantor secara langsung untuk komplain, namun tanggapan mereka sangat di luar akal sehat yaitu memutus jaringan pipa ke rumah saya”, kata Egi.

Respon (1)

  1. DPR omongnya ko kasuistik, bagaimana skema kebijakan soal air minum. Apa DPRD tau soal di lapangan? Kenapa media lokal tidak memuat berita juga ada warga yang potong pipa distribusi? atau penurunan debit di mata-mata air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *