Siswi SMAN 1 Komodo Juara 1 Lomba Pidato HIV/AIDS KPA Mabar

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, SE didampingi Sekretaris KPA Mabar, Dr. Bernadus Barat Daya saat menyerahkan hadiah kepada siswi SMA Negeri 1 Komodo yang meraih Juara 1 Lomba Pidato tentang HIV AIDS, Selasa (31/10/2023). Foto/Robert Perkasa

Labuan Bajo | Okebajo.com | Christina Helya Destiny Uden, siswi SMA Negeri 1 Komodo meraih Juara I lomba Pidato HIV AIDS tingkat SMA/SMK di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa, 31 Oktober 2023.

Ia bersama dua kontestan lainnya, Elysabet NW Martono dari SMK  Negeri 1 Labuan Bajo dan Maria Aurelya Ninuk dari SMA Swasta St.Klaus Werang bersaing ketat di babak penyisihan hingga berhak maju ke babak final.

Di babak final, Dewan Juri menetapkan Christina Helya Destiny Uden dari SMA Negeri 1 Komodo
meraih nilai tertinggi 3.129. Disusul Maria Aurelya Ninuk dari SMA Swasta St.Klaus Werang  meraih Juara II dengan nilai 2.977. Sedangkan Elysabet NW Martono dari SMK  Negeri 1 Labuan Bajo Juara III dengan nilai 2.948.

Lima kontestan lainnya  yang  mengikuti lomba Pidato di Family Center Verbiti SKY Provinsi SVD Ruteng di Ketentang-Labuan Bajo, Jln. Dei Verbiti No. 1 Ketentang-Labuan Bajo adalah Oktaviani Icaputri Primadona dari SMK Stela Maris Labuan Bajo. Perdeveranda V. Rohmina dari SMA Negeri 2 Komodo,
Maria Astika Anastasia dari SMK Negeri 3 Komodo, Laurensia Cheryana Noflin dari SMA Katolik St.Ignatius Loyola Labuan Bajo dan
Irwan Setia Budi dari MAN Labuan Bajo.

Kriteria penilaian

KPA Mabar bersama Dewan juri menerapkan sedikitnya enam kriteria penilaian terkait materi pidato.

Pertama, bobot dan substansi materi pidato serta kesesuaian antara tema dan judul,  skor nilai 75-80. Kedua, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menarik bagi audiens, skor 60-70.

Kedua, sistematika penyampaian pidato secara runut, skor 45-55.
Keempat, vokal, artikulasi, intonasi dalam berpidato, skor 30-40.

Ketiga, gaya dan improvisasi dengan skor 20-30. Keenam, ketepatan waktu dengan skor 10-20.

Sementara itu, kriteria penilaian terkait naskah pidato (tertulis) ;
Pertama, penggunaan kaidah bahasa  Indonesia yang baik/benar/ baku. Komponen ini fokus pada aspek tanda baca, penggunaan kalimat, kata, huruf dan paragraf dengan skor 80-90.

Keempat, relevansi. Komponen ini menilai kesesuaian isi naskah dengan tema yang dipilih dengan skor 10-20.

Kelima, argumentasi. Komponen ini terkait logika yang disampaikan dalam naskah  pidato, skor 10-20.
Keempat, koherensi ide. Komponen ini menilai gagasan antar kalimat dan atau paragraf dalam naskah pidato, skor 10-20.

Keenam, diksi. Komponen ini menilai tingkat formalitas kosakata yang digunakan dalam naskah pidsto dengan skor 10-20.

Sehari sebelumnya, KPA Mabar menggelar lomba Cerdas Cermat yang diikuti oleh 21 peserta dari 7 sekolah.  Masing-masing sekolah mengutus 3 orang peserta lomba Cerdas Cermat tentang isu HIV AIDS.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, SE dan Sekretaris KPA Mabar, Dr. Bernadus Barat Daya bersama Dewan juri Lomba Cerdas Cermat dan Pidato tentang HIV AIDS, Selasa (31/10/2023). Foto/Robert Perkasa

Tanggung jawab bersama

Perlombaan ini untuk menggenjot potensi akademik para siswa sekaligus mempertajam kepedulian siswa untuk ikut terlibat dalam memerangi HIV/AIDS.

Perlu diketahui bahwa HIV/AIDS telah menjadi momok yang menakutkan bagi publik global saat ini. Untuk itu, semua elemen, termasuk para siswa mempunyai tanggung jawab untuk menekan laju penyebaran virus ini.

Three Zero tahun 2030

Sekretaris KPA Manggarai Barat, Dr. Bernadus Barat Daya menyebut badan dunia internasional WHO telah mematok target agar pada tahun 2030 yang akan datang, HIV/AIDS harus berada di posisi nol (zero).

Ia menjelaskan tagline Three Zero (3Z) menjadi tantangan bersama untuk dapat diwujudkan. Semua negara harus mencapai angka nol dalam 3 hal penting yaitu: zero Inveksi HIV baru, zero Kematian karena HIV/AIDS, dan zero Stigma/Diskriminasi.

Dalam kaitan itu, program utama KPA Manggarai Barat adalah terus melakukan sosialisasi informasi tentang HIV/AIDS, dan melakukan test HIV gratis bagi masyarakat.

Selain itu, KPA Mabar juga menyasarkan isu-isu HIV/AIDS itu secara lebih luas ke kalangan kaum muda (siswa/siswi SLTA).

“Salah satu yang dapat dilakukan adalah melalui ajang perlombaan Cerdas Cermat dan Pidato dengan isu utama HIV/AIDS yang diadakan antar sekolah SMA/SMK di kota Labuan Bajo maupun di luar kota”, jelas Bernadus Barat Daya.

Tujuan kegiatan

Barat Daya menerangkan kegiatan perlombaan ini, tentu saja untuk mengasah potensi akademik siswa dalam membangun argumentasi dan  merefleksikan aneka isu seputar HIV/AIDS.

Selain itu, kegiatan ini dimaksudkan agar para siswa terlatih dalam berpikir logis, sistematis, dan reflektif. Senada dengan poin ini, melalui kegiatan perlombaan akademik, para siswa bisa mengembangkan kemampuan berbahasa baik melalui tulisan maupun secara lisan.

“Hal yang tidak kalah pentingnya melalui kegiatan ini agar para siswa semakin sadar dan responsif dalam mengambil langkah-langkah agar tidak terpapar HIV/AIDS dan mengambil prakarsa untuk mengatasi problem pelik ini”, terang Dr. Bernadus Barat Daya, Minggu (29/10/2023).

Tema kegiatan

Tema umum kegiatan ini : “Mabar Tanpa HIV/AIDS, Pariwisata Tanpa HIV/AIDS”. Khusus untuk lomba Pidato, tema besar ini bisa dielaborasi dalam beberapa Sub-tema:

HIV/AIDS, Tantangan Pengembangan Pariwisata di Mabar.

Menjadikan Mabar sebagai Kabupaten Bebas Virus HIV/AIDS.

Stop Diskrimiasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Cegah HIV/AIDS dengan Setia Pada Pasangan.

Mari Berperang Melawan HIV/AIDS

Langkah Konkret untuk Mewujudkan 3 Zero

Penanganan terhadap Penderita HIV/AIDS

Menerapkan Aktivitas Pariwisata yang Sehat.

Peserta kegiatan

Event ini tentu terbuka untuk semua SMA baik yang ada di dalam kota Labuan Bajo maupun yang berada di luar area Labuan Bajo. Tetapi, agar lebih mudah dalam pengaturannya, maka pihak panitia hanya memilih 12 sekolah.

Masing-masing sekolah mengirim 4 orang peserta. Lomba Pidato 1 orang peserta dan Lomba Cerdas Cermat 3 orang peserta.

Panitia kegiatan ini juga telah memberikan hadiah berupa uang tunai bagi peserta yang meraih juara 1 sampai 3 untuk dua mata lomba.  Selain itu, Panitia juga memberikan Piagam Penghargaan kepada semua peserta, untuk sekolah dan Dewan Juri.

Panitia telah memilih beberapa orang juri yang dianggap mempunyai kompetensi dalam bidang yang dilombakan. Adalah Felix Beda Tukan, Yuliana Haryatin, Alfonsius Arfon, Jerry Hampu, dan seorang dokter dari Puskesmas Labuan Bajo.

Bupati Edi Endi beri hadiah

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, SE selaku Letua KPA Mabar tiba di lokasi kegiatan, Selasa siang, (31/10/2023.  Sebelum menutup kegiatan ini, Bupati Edi Endi memberikan hadiah uang tunai kepada peserta yang Juara.

Test HIV AIDS gratis

Di sela-sela kegiatan ini, seluruh peserta lomba ikut menjalani pemeriksaan HIV AIDS secara gratis oleh tim medis dari Puskesmas Labuan Bajo yang diundang oleh KPA Mabar. *.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *