Lokakarya SMAK Loyola dan SMP Arnoldus, Penguatan Kapasitas Penjaminan Mutu Sekolah Berbasis Digital

Lokakarya Penguatan Kapasitas Penjaminan Mutu Sekolah di Arnoldus Jansen Hall, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Sabtu (6/1/2024). Foto/P.Gusty Naba, SVD

Labuan Bajo | Okebajo.com | Perubahan paradigma pendidikan terimplementasi dalam kurikulum Satuan Pendidikan dan layanan pendidikan di sekolah. Mutu sekolah amat bergantung pada pelayanan pendidikan yang selaras dengan tuntutan perubahan dunia pendidikan dan sesuai tuntutan-harapan peserta didik. Tiga unsur penting yang perlu diperhatikan oleh Satuan Pendidikan dalam upaya peningkatan mutu sekolah berbasis digital, yaitu Rapor Pendidikan, Platform Merdeka Mengajar (PMM), dan Akreditasi Sekolah. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam menentukan mutu sekolah yang berbasis digital.

Demikian intisari gagasan bernas yang dipancarluaskan oleh  Dr. Marselus Ruben Payong, M. Pd dan Dr. M. Mantovanny Tapung, S. Fil. M. Pd, Dosen Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng yang menjadi narasumber Lokakarya bertajuk “Penguatan Kapasitas Penjaminan Mutu Sekolah” di Arnoldus Jansen Hall, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 6 Januari 2024.

Forum akademik ini merupakan rangkaian dari kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMAK St. Ignatius Loyola dan SMP Arnoldus Labuan Bajo yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Arnoldus Labuan Bajo menapaki Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024.

Semua guru dan pegawai dari kedua lembaga tersebut  hadir mengikuti forum ilmiah itu.

Lokakarya dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, Dr. Marselus Ruben Payong menyajikan materi ”Konsep Mutu Pendidikan” ; dan sesi kedua, Dr. M. Mantovanny Tapung memaparkan materi ”Pengembangan Mutu Sekolah Berbasis Digital”.

Ketua Yayayan Pendidikan Arnoldus Labuan Bajo, P. Fabianus Naku Ngama, SVD menerangkan tujuan Lokakarya itu digelar sesuai jadwal yang didesain dengan baik dan matang.

”Melalui kegiatan ini, kita mengolah diri kita secara positif sehingga dapat membantu peserta didik kita untuk menjadi anak yang siap bertumbuh dan berkembang serta berguna bagi bangsa dan negara”, terang Pater Fabianus Naku Ngama, SVD dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut.

Membangun Budaya Mutu Dalam Penyelenggaraan Pendidikan

Pada sesi pertama, Dr. Marselus Ruben Payong menegaskan bahwa budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan sangatlah urgen karena globalisasi dan perubahan tata dunia menuntut perubahan paradigma pendidikan.

“Perubahan paradigma pendidikan itu terimplementasi dalam kurikulum satuan pendidikan dan layanan pendidikan di sekolah. Mutu sekolah amat bergantung pada pelayanan pendidikan yang selaras dengan tuntutan perubahan dunia pendidikan dan sesuai tuntutan-harapan peserta didik”, tegasnya.

Pengembangan Mutu Sekolah Berbasis Digital

Di sesi kedua, Dr. M. Mantovanny Tapung  berbicara tentang Pengembangan Mutu Sekolah Berbasis Digital. Bahwa pembelajaran berbasis teknologi pada proses pembelajaran di Satuan Pendidikan sangatlah penting dan erat kaitannya dengan PMM (Platform Merdeka Mengajar).

Dia menyebutkan  tiga hal penting yang perlu diperhatikan satuan pendidikan dalam upaya Peningkatan Mutu Sekolah Berbasis Digital, yaitu Rapor Pendidikan, Platform Merdeka Mengajar dan Akreditasi Sekolah. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam menentukan mutu sekolah yang berbasis digital.

“PMM merupakan senjata utama dalam pengimplementasian kurikulum merdeka. Sebab di dalam PMM, setiap penyelenggaraan pendidikan, baik guru, Kepala Sekolah, ataupun tenaga kependidikan yang berkepentingan dapat mengeksplorasi segala aspek perkembangan dunia pendidikan”, jelasnya.

Oleh karena itu, Kepala Sekolah, para guru dan tenaga kependidikan harus mampu menyelesaikan segala jenis kegiatan yang terdapat dalam Platform Merdeka Mengajar demi pengembangan guru dalam menanggapi setiap perubahan dalam proses pendidikan. Parsitipasti aktif satuan pendidikan dalam PMM sangat menentukan akreditasi sekolah.

Closing statement, Kepala SMAK St. Ignatius Loyola, P. Agustinus Susanto Naba, SVD berterimakasih kepada dua narasumber  yang telah berkontribusi gagasan bernas di forum akademik tersebut.

Pater Gusti mengapresiasi paparan materi kedua narasumber tersebut menjadi acuan bagi sekolahnya dalam upaya peningkatan mutu sekolah dan persiapan akreditasi sekolah. Mutu sekolah sangat bergantung pada layanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah.

Selain itu, pengembangan mutu sekolah dalam era digitalisasi menuntut layanan pendidikan harus berbasis digital, memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan akreditasi sekolah menuntut adanya sinkronisasi antara Rapor Pendidikan, Platform Merdeka Mengajar dan proses pembelajaran berbasis digital”, kata Pater Gusti Naba, SVD menutup kegiatan tersebut. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *