Jalur Bambor-Werang Ditutup Sementara bagi Kendaraan Roda 4 dan 6, Fokus Perlebaran Galian dan Keamanan

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

LABUAN BAJO | Okebajo.com | Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah tegas demi keselamatan pengguna jalan pascabencana longsor yang melanda jalur strategis Bambor-Werang. Setelah meninjau langsung titik kritis di Kampung Lara, Desa Poco Golo Kempo, Kecamatan Sano Nggoang, jalur tersebut kini dinyatakan ditutup sementara bagi kendaraan roda empat (R4) dan roda enam (R6).

Penanganan Darurat dan Langkah Teknis

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Sejak Jumat (23/1) pukul 08.00 WITA, alat berat milik Dinas PU telah dikerahkan secara intensif. Hingga petang hari, tim di lapangan berhasil mengurai material di tiga titik longsor utama yang sebelumnya melumpuhkan total arus transportasi menuju ibu kota kecamatan.

Kepala Dinas PU Kabupaten Manggarai Barat, Yosep Suhandi, bersama anggota DPRD Mabar, Rofinus Rahmat, turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pembersihan berjalan optimal.

Yosep menegaskan bahwa pelebaran galian akan segera dilakukan untuk memastikan badan jalan kembali stabil.

“Penutupan sementara bagi kendaraan R4 dan R6 dilakukan agar tidak mengganggu proses penanganan teknis di segmen tersebut. Kami berencana memperlebar galian agar akses jalan lebih aman ke depannya,” jelas Yosep.

Alternatif Tengah Disiapkan

Guna menjaga konektivitas wargaJalur menuju Werang, Dinas PU telah menerjunkan tim survei ke jalur Mbuhet – Langgo – Werang, tepatnya di area Toto Ninu, Kampung Rangat, Desa Wae Lolos. Jalur ini disiapkan sebagai rute alternatif utama selama proses perbaikan permanen di jalur utama berlangsung.

Selain jalur Langgo -Werang, Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang pada Jumat (23/1) menggelar giat gotong royong bersama unsur forkompincam dan pemerintah Desa setempat memperbaiki jalan di jalur Dahot -Galang sebagai alternatif.

Dukungan Legislatif: Keselamatan Masyarakat Adalah Prioritas

Senada dengan Kadis PU, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Rofinus Rahmat, yang turut memantau evakuasi material, memberikan apresiasi atas gerak cepat pemerintah daerah. Namun, ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersabar dan tidak memaksakan diri melintasi jalur yang sedang diperbaiki.

“Kami meminta masyarakat pengguna jalan, terutama pengendara kendaraan roda empat dan enam, untuk mematuhi imbauan dari Dinas PU. Langkah penutupan sementara ini murni demi keselamatan nyawa manusia. Kondisi jalan di Kampung Lara sangat kritis karena adanya longsoran di sisi bawah jalan yang bisa ambrol kapan saja jika dibebani kendaraan berat,” ungkap Rofinus di sela-sela peninjauan.

Waspada Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data prakiraan cuaca untuk wilayah Kecamatan Sano Nggoang dan sekitarnya, curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tanah yang sudah jenuh air di lereng-lereng bukit sepanjang jalur Bambor-Werang meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan.

Pemerintah mengimbau warga yang melintas menggunakan kendaraan roda dua untuk tetap waspada terhadap pohon tumbang dan material kerikil yang licin.

Saat ini, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sano Nggoang telah memasang garis polisi (police line) di segmen longsor yang paling kritis untuk mencegah kendaraan roda enam menerobos masuk ke area berbahaya. *

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *