Banjir Bandang Kepung Desa Mata Wae, Sawah Hingga Rumah Rusak Parah 

Banjir Bandang Kepung Desa Mata Wae, Sawah Hingga Rumah Rusak Parah. Foto/ Robert Perkasa

Ruteng | Okebajo.com | Tanaman padi sekitar 1 hektar lebih milik warga petani di Dusun Ruwat dan Dusun Gejar, Desa Mata Wae, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai rusak total terdampak banjir bandang  yang meluap dari sungai Wae Kawu.

Pemilik sawah, Komas Bos mengaku sangat terpukul akibat bencana alam ini.

Bagaimana tidak. Padi siap panen tertimbun material banjir, pasir, kerikil, potongan kayu dan dedaunan. Rusak parah. Rata dengan tanah.

“Saya sangat terpukul dengan kejadian ini. Padi ini rencananya besok ngetam,” tutur, Komas Bos sembari meneteskan air mata kesedihan.

Tidak hanya dia. Tanaman padi di sawah Yosep Ganggur, Marsi Hambu, Kletus Kantur, Frans Salut, Kanisius Onggot, Benediktus Janggur, Robertus Dandung, Alosius Gentur dan Vitalis Hadin juga terdampak bencana alam yang sama.

Banjir bandang itu terjadi ketika hujan lebat mengguyur sejak  pagi hingga petang, Kamis, 27 April 2023  melanda Desa Mata Wae, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai.

Rumah warga nyaris roboh

Selain lahan pertanian, rumah warga, termasuk fasilitas umum di wilayah Desa itu juga mengalami  kerusakan sangat parah.

Rumah milik Dominikus Banggur di Dusun Gejar nyaris roboh. Tanah  bagian depan teras rumahnya tiba-tiba ambruk tergerus air hujan.

Beruntung tak ada korban jiwa  dalam peristiwa itu. Saat kejadian, pemilik rumah sedang tidak berada di rumah.

Jaringan air minum hancur total

Tidak hanya tanaman pertanian dan rumah warga yang terdampak bencana.

Fasilitas umum  berupa jaringan air bersih  (broncaptering) untuk kebutuhan warga  Dusun Ruwat pun hancur total tergerus air hujan.

Sejumlah pipa utama dari mata air hingga pipa pancuran yang  digunakan warga  sehari-hari juga rusak parah terseret arus air. Ada juga pipa air yang tertimbun material pasir dan kerikil.

Fasilitas umum rusak parah

Fasilitas umum, jalan raya dan jembatan di ruas jalan kabupaten, Cabang Nte’er dan Cabang Kole, Dusun Gejar juga mengalami kerusakan parah.

Aspal terkelupas, kerikil berserakan ke permukaan jalan. Badan jalan tampak mirip got air dan kubangan kerbau.

Jembatan Ngalor Kiwung di Pong Wakar, tepatnya antara pertigaan SMPN 16 Satarmese dan SDI Pong Wakar juga rusak parah tertimbun material banjir bandang.  Pasir, kerikil, batu dan potongan kayu menutup rapat lubang air hingga meluap ke badan jalan raya.

Dampaknya, arus lalulintas  moda angkutan umum roda empat dan roda dua sempat macet total.

Akses anak sekolah tergangu

Masih pada ruas jalan yang sama.  Terdapat satu titik longsor di Wura. Beberapa bulan sebelumnya juga terjadi longsor di titik tersebut.

Dampaknya, akses jalan bagi para pelajar di wilayah ini terganggu akibat banjir dan material longsor menimbun badan jalan.

Terpantau Kamis petang,  puluhan pelajar SMPN 16 Satarmese kesulitan pulang sekolah karena banjir.

Ruas jalan dan jembatan ini merupakan satu-satunya akses menuju SMPN 16 Satar Mese, SDI Pong Wakar dan ke fasilitas kesehatan setempat.

Ruas jalan itu juga merupakan satu-satunya akses utama menghubungkan Kabupaten, kecamatan dan Desa di Manggarai. Termasuk akses jalan menuju destinasi pariwisata Wae Sosor Alo, Niang Todo dan Wae Rebo.

Menurut  warga setempat, bencana banjir bandang ini bukan baru sekali terjadi. Beberapa tahun sebelumnya juga pernah terjadi banjir bandang hingga merusak tanaman pertanian. Banyak ternak milik warga setempat hilang terhanyut banjir bandang. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *