LABUAN BAJO, Okebajo.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Manggarai Barat dalam beberapa hari terakhir telah melumpuhkan Kecamatan Sano Nggoang. Sejak Rabu malam hingga Kamis, 22 Januari 2026, rentetan bencana mulai dari tanah longsor hingga banjir bandang memutus akses mobilitas, jaringan komunikasi, dan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Jalur Vital Bambor-Werang Diblokir Sementara
Akses utama jalan hotmix yang menghubungkan Bambor dan Werang kini ditutup total akibat longsor parah di empat titik kritis.
Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon, melaporkan kerusakan signifikan antara Kampung Lara Mburak dan Lara Lujang:
* Titik Longsor Putih: Material menutupi jalan sepanjang 30 meter.
* Tikungan Kampung Lara: Timbunan tanah sepanjang 40 meter menutup akses.
* Kawasan Gua Lara: Titik paling berbahaya dengan tebing curam sedalam 70 hingga 100 meter, di mana tembok penahan sepanjang 40 meter terancam amblas.
* Lara Lujang: Sebuah batu besar terbawa longsoran hingga nyaris menutup badan jalan.
Krisis Listrik, Internet, dan Isolasi Wilayah
Bencana ini tidak hanya memutus jalur darat, tetapi juga infrastruktur penunjang kehidupan lainnya. Sebagian besar wilayah Kecamatan Sano Nggoang kini dalam kondisi gelap gulita karena jaringan listrik ambruk diterjang longsor.
Hal ini diperparah dengan lumpuhnya jaringan internet secara total, yang menghambat koordinasi darurat dan pelaporan kondisi terkini dari lokasi bencana secara real-time.
Insiden Mobil Terseret Banjir di Paku
Di tengah ancaman longsor, banjir bandang juga melanda wilayah Paku, Desa Golo Manting. Pada Kamis pagi, satu unit mobil angkutan umum terseret derasnya banjir akibat luapan sungai setelah hujan lebat mengguyur tanpa henti.
Warga setempat terlihat berusaha mengevakuasi mobil nahas tersebut menggunakan peralatan seadanya di tengah arus yang sangat kuat.
Langkah Darurat dan Gotong Royong
Menanggapi situasi kritis ini, pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam telah melakukan langkah-langkah strategis:
Jalur Alternatif:
Arus transportasi publik dialihkan sementara melalui jalur Dahot – Pusut – Bibang – Ndiri – Rahak – Rambang – Galang -Werang
Pengerahan Alat Berat:
Satu unit ekskavator dari Dinas PU Manggarai Barat tiba di lokasi pada Kamis malam pukul 19.30 WITA. Pengerjaan baru dimulai Jumat pagi ini karena terkendala cuaca buruk di malam hari.
Giat Gotong Royong:
Camat Alfonsius menggerakkan warga dari Desa Poco Golo Kempo, Desa Kempo, dan Desa Nampar Macing hingga Desa Wae Lolos untuk melakukan kerja bakti massal pada hari ini, Jumat guna memperbaiki titik-titik jalan alternatif yang rusak di jalur Dahot – Galangserta membersihkan material longsor di jalur Langgo-Werang.
Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri beraktifitas atau melintasi jalur bencana karena kondisi tanah yang masih labil dan ancaman cuaca ekstrem yang belum mereda. *(Robert Perkasa)








