Insiden di Jalur Trekking Cunca Jami: Urgensi Keselamatan dan Peran Pemandu Lokal di Destinasi Wisata

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

LABUAN BAJO, Okebajo.com – Kecelakaan yang menimpa seorang wisatawan domestik di Kabupaten Manggarai Barat kembali menjadi sorotan. KS (31), wisatawan asal Tanjung Priok, Jakarta, dilaporkan mengalami kolaps saat melakukan aktivitas wisata di jalur trekking menuju Air Terjun Cunca Jami, Kecamatan Mbeliling, pada Senin, 26 Januari 2026. Insiden ini mengungkap pentingnya kesiapan fisik wisatawan serta sinergi antara pemandu wisata dengan pengelola destinasi lokal.

Kronologi Kejadian

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Insiden ini bermula sekitar pukul 13.00 Wita. Awalnya, KS bersama kekasihnya dan seorang rekan mancanegara berangkat dari Labuan Bajo menuju destinasi populer, Air Terjun Cunca Wulang. Namun, setibanya di Pos Penjagaan Wersawe, rencana tersebut terhambat karena pengelola menutup sementara akses kunjungan demi alasan keamanan.

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo, menjelaskan bahwa rombongan yang didampingi oleh pemandu (guide) asal Labuan Bajo tersebut kemudian memutuskan untuk mengalihkan tujuan ke Air Terjun Cunca Jami.

“Mereka menuju Cunca Jami tanpa melibatkan masyarakat lokal sebagai pemandu lapangan. Di tengah perjalanan, korban diduga kelelahan dan terpeleset di jalur trekking,” ungkap Pius.

Kondisi Fisik yang Dipaksakan

Berdasarkan penuturan Yohanes Tobias, pemandu yang membawa rombongan tersebut, tanda-tanda gangguan kesehatan pada korban sebenarnya sudah terlihat sejak awal.

KS dilaporkan mengalami muntah-muntah sesaat setelah turun dari sepeda motor di titik awal perjalanan.

Meski kondisi fisiknya melemah, korban sempat dibujuk oleh kekasihnya untuk tetap melanjutkan perjalanan. Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan, KS dan kekasihnya memutuskan berhenti di tengah jalan dan menunggu rekan lainnya kembali dari air terjun.

“Saat perjalanan pulang menuju area parkir, tiba-tiba dia jatuh lemas dan meringis kesakitan,” ujar Yohanes.

Melihat kondisi darurat tersebut, Yohanes bergegas menuju Wersawe untuk meminta bantuan medis dan warga setempat.

Evakuasi Dramatis dan Penolakan Medis

Proses evakuasi di medan yang licin berlangsung penuh tantangan. Tim medis dari Puskesmas Wersawe bersama warga harus berjibaku menembus jalur yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Kendala teknis terjadi saat korban menolak dievakuasi menggunakan tandu kayu darurat milik warga. Tim medis akhirnya harus menjemput menggunakan tandu standar dari ambulans. Namun, setibanya di Puskesmas, kerumitan kembali muncul.

“Korban bersikeras menolak dirawat di Puskesmas Wersawe dan meminta dirujuk langsung. Akhirnya, kami berkoordinasi dengan RSUD Komodo untuk penjemputan,” jelas Damas, pengemudi ambulans Puskesmas Wersawe.

Hingga Senin malam, Yohanes Tobias mengonfirmasi bahwa kondisi KS telah stabil dan membaik setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Komodo, Labuan Bajo.

Catatan Penting: Evaluasi Keamanan Wisata

Insiden ini memicu perhatian serius dari pemerintah setempat. Sekretaris Camat Mbeliling, Agustinus Sudarso, menekankan bahwa keselamatan wisatawan adalah prioritas utama yang membutuhkan kerja sama semua pihak.

Pentingnya Pemandu Lokal

Pemandu lokal memiliki pengetahuan mendalam mengenai karakter medan dan prosedur darurat di wilayah tersebut. Pengabaian terhadap jasa pemandu lokal dapat menghambat koordinasi saat terjadi insiden.

Kesadaran Kondisi Fisik. Wisatawan diimbau untuk tidak memaksakan diri jika kondisi kesehatan tidak prima, terutama di jalur trekking hutan yang menguras tenaga.

Kepatuhan pada Arahan Petugas. Penutupan destinasi (seperti di Cunca Wulang) oleh otoritas terkait tentu didasarkan pada pertimbangan keselamatan yang matang. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pelancong dan pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo bahwa keindahan alam harus dinikmati dengan kewaspadaan dan manajemen risiko yang tinggi. *(Robert Perkasa)

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *