Labuan Bajo | Okebajo.com | Terik matahari di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Rabu, 8 April 2026, tak menyurutkan semangat puluhan pelajar SMP Negeri 4 Komodo. Hari itu bukan hari biasa bagi mereka. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Manggarai Barat hadir di sana. Bukan sekadar datang, kehadiran mereka membawa misi krusial: membekali generasi muda dengan perisai informasi tentang HIV/AIDS.
Suasana ruang kelas yang sederhana mendadak hidup. Para siswa yang mengenakan seragam pramuka tampak antusias menyimak paparan dari tim KPA Mabar yang mengenakan seragam biru.
Bagi sekolah ini, kunjungan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam.
Kepala SMPN 4 Komodo, Saifullah, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan sekaligus menyentuh.
“Kami ucapkan terima kasih banyak atas kehadiran KPA di sekolah kami. KPA merupakan lembaga pertama yang mengunjungi sekolah kami di sini. Belum ada lembaga manapun selama ini yang datang ke sekolah kami,” ungkap Saifullah dengan nada apresiasi yang tinggi.
Pernyataan ini menjadi bukti nyata bahwa selama ini SMPN 4 Komodo seolah terputus dari jangkauan sosialisasi lembaga-lembaga eksternal. Kehadiran KPA menjadi oase bagi dahaga informasi para pelajar di sana.
Membangun Benteng Sejak Dini
Dalam sosialisasi tersebut, tim KPA Mabar memaparkan informasi fundamental mengenai bahaya HIV/AIDS, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahannya.
Di era informasi yang serba cepat namun seringkali simpang siur, edukasi langsung dari sumber yang kompeten adalah kunci.
Saifullah menekankan bahwa usia SMP adalah masa transisi yang sangat rentan. Itulah sebabnya, informasi mengenai kesehatan reproduksi dan bahaya penyakit menular seksual menjadi sangat mendesak.
“Harapan saya agar anak-anak bisa mendengarkan informasi dari KPA dengan baik. Ini sangat penting bagi masa depan kaluan semua,” tambahnya.
Pariwisata Tanpa AIDS
Sekretaris KPA Mabar, Harun Alrasid menjelaskan kegiatan sosialisasi ini selaras dengan semangat dan komitmen yang diusung KPA Manggarai Barat dalam spanduknya “MABAR Tanpa AIDS, Pariwisata Tanpa AIDS”.
Sebagai wilayah yang menjadi gerbang pariwisata dunia, Pemkab Manggarai Barat melalui KPA membentengi remaja dari perilaku berisiko adalah investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Manggarai Barat.
Hari itu, di balik dinding hijau kelas SMPN 4 Komodo, sebuah langkah kecil telah diambil. Langkah untuk memastikan bahwa meski berada di pelosok, anak-anak Desa Warloka tidak tertinggal dalam mendapatkan hak mereka atas informasi kesehatan yang benar.
Kunjungan KPA hari ini bukan hanya soal data dan fakta HIV/AIDS, tapi tentang sebuah pesan bahwa para pelajar di kawasan selatan Kecamatan Komodo—tidak berjalan sendirian. Pemkab Mabar melalui KPA hadir untuk memperisai remaja dan generasi muda dari bahaya HIV/AIDS. *








