Labuan Bajo, Okebajo.com — Suasana ibadah Minggu di Gereja GMIT Gunung Salmon Labuan Bajo, Minggu (25/01/2026) sore, terasa berbeda dari biasanya. Di antara bangku jemaat, hadir sosok-sosok berseragam kepolisian—bukan untuk tugas pengamanan, melainkan untuk mengangkat pujian dan menyegarkan iman.
Bukan sirene yang terdengar hari itu, melainkan kidung rohani yang mengalun lembut dan penuh penghayatan dari personel Polres Manggarai Barat. Sebuah potret indah tentang aparat penegak hukum yang tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari umat yang bersatu dalam doa dan pujian.
Dengan suara lantang, harmonis, dan penuh ketulusan, para personel Polres Mabar membawakan lagu-lagu rohani yang menggema di seluruh ruangan gereja. Jemaat pun larut dalam suasana haru, sukacita, dan kedamaian—seolah iman dan pelayanan bertemu dalam satu nada.
Lebih dari Sekadar Tugas Kepolisian
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual anggota Polri.
Di tengah tekanan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), ibadah dan pujian menjadi ruang refleksi sekaligus “oase rohani” bagi para personel.
“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat. Melalui pujian di gereja, kami mengasah sisi humanis dan empati. Ini adalah wujud syukur atas penyertaan Tuhan dalam setiap tugas yang kami jalani,” ujar AKBP Christian.
Ia juga menegaskan bahwa talenta yang dianugerahkan Tuhan—termasuk suara—harus dipersembahkan untuk kemuliaan-Nya.
“Kita bukan hanya petugas keamanan, tetapi pelayan. Seperti Yesus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,” tambahnya.
Kapolres juga mengingatkan agar setiap anggota tetap rendah hati, bahkan saat menghadapi kritik, teguran, atau tantangan di lapangan.
“Jadikan setiap ujian sebagai motivasi untuk melayani dengan tulus. Firman Tuhan mengajarkan bahwa teguran adalah tanda kasih-Nya,” ungkapnya.
Kehadiran personel Polri di altar gereja mendapat sambutan hangat dari jemaat. Bagi mereka, melihat aparat berseragam memuji Tuhan menghadirkan rasa aman yang lebih utuh—aman secara jasmani dan damai secara rohani.
Pendeta Hendrik F. Kudji Rihi, S.Th., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kapolres dan seluruh personel Polres Mabar.
“Terima kasih atas pelayanan pujian yang sangat memberkati jemaat. Semoga Tuhan Yesus senantiasa memberkati tugas dan pelayanan kepolisian di wilayah ini,” tuturnya.
Lebih dari sekadar penampilan pujian, kegiatan ini menyampaikan pesan kuat: bahwa pengabdian kepada negara seharusnya berjalan seiring dengan ketaatan kepada Tuhan.
Harmoni suara yang mengalun di Gereja GMIT Gunung Salmon menjadi simbol bahwa profesionalitas kepolisian akan semakin kokoh jika ditopang oleh iman yang teguh dan hati yang melayani.
Ibadah ditutup dengan doa bersama—memohon perlindungan bagi masyarakat Manggarai Barat serta kekuatan bagi para personel kepolisian dalam menjaga kedamaian di wilayah pariwisata super premium ini.
Kidung rohani mungkin telah usai, tetapi gema kedamaian, iman, dan kedekatan antara Polri dan masyarakat di Labuan Bajo dipastikan akan terus berlanjut. **








