BUMDes Liang Ndara Jaya, Motor Penggerak Ketahanan Pangan Desa

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Labuan Bajo, Okebajo.com – Transformasi tata kelola ekonomi desa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur kian menunjukkan hasil nyata. Melalui unit usahanya, BUMDes Liang Ndara Jaya, Desa Liang Ndara sukses mengimplementasikan program ketahanan pangan nabati dengan memanfaatkan alokasi Dana Desa secara efektif dan transparan.

Investasi Strategis di Lahan 1,5 Hektar
Kelola Rp 140 Juta Dana Desa

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap amanat regulasi nasional, Pemerintah Desa Liang Ndara telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 140.000.000 yang dikelola langsung oleh BUMDes.

Anggaran ini difokuskan untuk pengembangan komoditas jagung di atas lahan seluas 1,5 hektar di kawasan Lingko Welu, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling.

Kepala Desa Liang Ndara, Karolus Vitalis, merincikan bahwa dana tersebut digunakan secara komprehensif untuk menyentuh seluruh rantai produksi pertanian.

“Kami menganggarkan melalui BUMDes Liang Ndara Jaya untuk pengadaan benih unggul, sarana produksi (saprodi), pupuk, obat-obatan, hingga pembiayaan tenaga kerja harian dan sewa lahan,” jelas Karolus di sela-sela kegiatan panen bersama Wakil Bupati Manggarai Barat, dr.Yulianus Weng, M.Kes.

Menjawab 7 Prioritas Nasional

Langkah yang diambil BUMDes Liang Ndara Jaya ini merupakan pengejawantahan dari Peraturan Menteri Desa PDT Nomor 2 Tahun 2024.

Berdasarkan aturan tersebut, penguatan BUMDes dan ketahanan pangan menjadi dua dari tujuh pilar utama penggunaan Dana Desa tahun 2025-2026, yakni Ketahanan Pangan: Alokasi minimal 20% dari Dana Desa dioptimalkan untuk produksi pangan lokal demi kemandirian desa dan Penguatan BUMDes. Menjadikan Badan Usaha Milik Desa sebagai instrumen profesional untuk mengelola potensi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hilirisasi dan Modernisasi Pertanian

Terpantau, BUMDes Liang Ndara Jaya tidak hanya fokus pada proses tanam, tetapi juga mulai menyentuh aspek pascapanen dengan penggunaan mesin pemipil jagung di lokasi kebun. Hal ini sejalan dengan tujuan kebijakan pemerintah untuk mempercepat pembangunan desa melalui pengolahan hasil pertanian yang lebih modern dan bernilai tambah.

Direktur BUMdes Liang Ndara Jaya, Yohanes Elvani Yasintus, SE mengaku sangat bangga dengan momen istimewa panen raya yang dipimpin langsung Wakil Bupati Manggarai Barat, dr.Yulianus Weng, M.Kes dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD terkait serta anggota DPRD Mabar, Marten Mitar.

Sintus Elvan menjelaskan program ketahanan pangan tersebut memanfaatkan lahan seluas 1,5 hektar dan menghasilkan 6,5 ton per hektare.

“Luas lahan kita kurang lebih 1,5 hektar dan target panen 6,5 ton/hektar”, kata Elvan.

Menurur Elvan, keberhasilan panen raya ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat di bawah bendera BUMDes, Dana Desa mampu berubah menjadi investasi produktif yang memperkuat jaring pengaman ekonomi masyarakat desa dari ancaman krisis pangan dan kemiskinan ekstrim.

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *