Gereja Katolik Kevikepan Labuan Bajo Minta Kenaikan Tarif TNK Tinjau Kembali

Gereja Katolik Kevikepan Labuan Bajo Minta Kenaikan Tarif TNK Tinjau Kembali
Sidang Pastoral monitoring tahap I Program Pastoral Tahun Ekonomi Berkelanjutan Keuskupan Ruteng di Aula Kevikepan Labuan Bajo, Jumat, (21/4/2023). Foto/istimewa

Labuan Bajo | Okebajo.com | Gereja Katolik Kevikepan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng meminta Pemerintah agar kenaikan tarif sangat tinggi di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) oleh PT. Flobamor ditinjau lagi.

Gereja Katolik Kevikepan Labuan Bajo menilai kenaikan tarif  naturalist guide TNK dapat menghambat kemajuan pariwisata. Dapat membebani wisatawan dan pelaku wisata serta menimbulkan konflik sosial.

Selain itu mengajak semua pihak di Manggarai Barat untuk mensukseskan perhelatan ASEAN Summit Mei 2023. Manfaatkan momentum berharga ini demi pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Selanjutnya, Gereja Katolik Kevikepan Labuan Bajo menegaskan pernyataan sikap dan himbauan pastoral ini saat menggelar kegiatan monitoring tahap I Program Pastoral Tahun Ekonomi Berkelanjutan Keuskupan Ruteng yang berlangsung di Aula Kevikepan Labuan Bajo, Jumat, 21 April 2023

Puluhan Imam dan Pengurus Dewan Paroki se-Kevikepan Labuan Bajo hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Pernyataan dan himbauan pastoral  itu sebagai wujud nyata kehadiran Gereja dalam “suka dan duka, serta harapan dan kecemasan” masyarakat (Gaudium et Spes,1) demi mewujudkan kesejahteraan umum (bonum commune), keluhuran martabat manusia, dan integritas ciptaan.

Pernyataan dan himbauan

Pertama, Kami mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah kepada seluruh umat  Muslim. Kiranya perayaan ini melimpahkan berkat kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan bagi umat Muslim dan bangsa Indonesia tercinta.

Kedua, Kami mengajak semua pihak di Manggarai Barat untuk mensukseskan perhelatan ASEAN Summit Mei 2023. Dan memanfaatkan momentum berharga ini demi pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini.

Ketiga, Terkait dengan kenaikan tarif naturalist guide TNK oleh PT. Flobamor (01/SK FLB/III/2003) :

a. Kami minta agar kenaikan tarif yang sangat tinggi ini untuk tinjau kembali, karena hal ini dapat menghambat kemajuan pariwisata, selain itu membebani wisatawan dan pelaku wisata serta menimbulkan konflik sosial.

b. Penentuan tarif TNK harus lakukan melalui dialog dan sosialisasi intensif dengan para pihak (stakeholders) dan masyarakat wisata serta berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat dan perkembangan pariwisata di wilayah ini.

c. Kami meminta otoritas negara untuk menegakan dasar yuridis penentuan tarif yang tepat.

Penentuan sepihak oleh PT. Flobamor kiranya tidak memenuhi ketentuan yang digariskan oleh Menteri KLHK yang telah mengeluarkan surat pada tanggal 28 Oktober 2022 tentang hal ini (S.3312/MENLHK/KSDAE/KSA.3/10/2022).

d. Kami mengharapkan semua pihak untuk menyelesaikan persoalan pariwisata dalam dialog dan semangat kebersamaan demi kepentingan masyarakat dan bangsa.

Hindarilah aksi dan kegiatan anarkis yang dapat memperkeruh suasana aman, nyaman dan damai, itu yang dunia pariwisata butuhkan.

Keempat, Kami bersyukur kepada Tuhan atas anugerah tanah kuni agu kalo, Manggarai Barat yang indah rupawan. Dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat serta semua pihak yang telah membangun wilayah ini menjadi Destinasi Super Prioritas Pariwisata.

Oleh karena itu, marilah kita bahu-membahu. Bergandengan tangan untuk membangun pariwisata holistik di wilayah Manggarai Barat. Serta Pulau Flores. Melibatkan masyarakat lokal (berpartisipasi), berakar dalam keunikan kultur lokal (berkebudayaan), dan menjamin kelestarian alam lingkungan (berkelanjutan).

Vikep Labuan Labuan Bajo, RD. Rikardus Mangu dan Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, Dr. RD. Martin Chen menandatangani pernyataan dan himbauan ini. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *