Labuan Bajo, Okebajo.com – Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat. Melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, kehadiran dunia usaha dinilai mampu membawa perubahan nyata bagi daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Wabup Yulianus saat membuka kegiatan Coffee Morning Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM bersama dunia usaha dan industri. Kegiatan ini mengangkat tema “Memperkuat Sistem Layanan Ketenagakerjaan dan Tata Kelola Perusahaan serta Kemitraan Pemerintah dan Industri di Kabupaten Manggarai Barat”, yang berlangsung di Aula Setda Manggarai Barat, Kamis (08/01).
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada bapak dan ibu sekalian. Kehadiran dunia usaha dalam forum ini merupakan bentuk komitmen nyata untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan Manggarai Barat hanya bisa terwujud melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Wabup Yulianus dalam sambutannya.
Menurutnya, forum seperti Coffee Morning menjadi ruang yang tepat untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta menyampaikan ide-ide konstruktif secara terbuka dan jujur. Kehadiran pemerintah, kata dia, merupakan bentuk keseriusan untuk mendengar aspirasi dunia usaha sekaligus memastikan adanya tindak lanjut yang konkret.
Wabup Yulianus juga memaparkan sejumlah capaian positif sebagai bukti nyata kemitraan yang kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha. Salah satunya adalah penurunan angka pengangguran terbuka di Manggarai Barat dari 3,47 persen menjadi 3,32 persen. Capaian ini tidak terlepas dari komitmen dunia usaha dan industri yang menyerap hingga 70 persen tenaga kerja lokal.
“Peran dunia usaha sangat besar dan signifikan. Pertama, angka pengangguran terbuka kita menurun. Kedua, dunia usaha berkontribusi besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun 2025, dari target Rp281 miliar, PAD kita justru mencapai Rp285 miliar atau 101,42 persen. Ketiga, kami juga mengakui bahwa dana CSR turut berkontribusi bagi pembangunan daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wabup Yulianus menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Ia berharap dunia usaha dan industri dapat menyampaikan gagasan-gagasan cemerlang, sekaligus mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi agar iklim usaha di Manggarai Barat tetap kondusif, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
“Mari kita manfaatkan Coffee Morning ini untuk berbagi secara jujur dan apa adanya. Pengalaman bapak dan ibu sangat penting bagi kami pemerintah. Dari sini kita bisa saling belajar, saling menguatkan, dan melahirkan ide-ide terbaik untuk mengembangkan dunia usaha di daerah ini. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dunia usaha dan masyarakat,” tutupnya.
Dalam forum tersebut, turut dibahas penguatan sistem pelayanan ketenagakerjaan dan tata kelola perusahaan di Manggarai Barat yang disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM, drh. Theresia P. Asmon. Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Labuan Bajo–Manggarai Barat, Arief Wahyudhi, memaparkan berbagai isu terkait perlindungan tenaga kerja.
Pada sesi diskusi, sejumlah topik strategis turut dibahas, di antaranya sosialisasi Undang-Undang Ketenagakerjaan, ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK), serta pentingnya sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi dunia usaha dan industri.








