Temui Keluarga Korban Tenggelam di Tiwu Pai, Bupati Manggarai Barat Tegaskan Kehadiran Negara

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Labuan Bajo, Okebajo.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban tenggelam di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Kampung Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT. Di tengah suasana penuh haru tersebut, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, S.E., hadir langsung menemui keluarga korban sebagai bentuk empati dan dukungan penuh dari pemerintah, Senin (19/01).

Korban diketahui bernama Armedo W. Jeferson (13), siswa kelas VIII SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Ruteng, asal Desa Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Armedo dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam saat berenang di sekitar Air Terjun Tiwu Pai pada Minggu, 11 Januari 2025.

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan resmi dihentikan pada Sabtu (17/01) setelah berlangsung selama tujuh hari. Kendati demikian, pencarian tidak sepenuhnya berhenti. Keluarga korban bersama warga setempat tetap melanjutkan upaya pencarian secara mandiri dengan penuh harapan.

Kedatangan rombongan Bupati Manggarai Barat diterima secara adat oleh Camat Reok Barat beserta jajaran, Kepala Desa To’e dan perangkat desa. Turut mendampingi Bupati antara lain Kepala Dinas Perhubungan Mabar, Kepala Inspektorat Mabar, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Fidelis Sukur, Kabag Prokopim, Kabag Umum, Camat Welak, serta Kabid Linjamsos Dinas Sosial.

Di rumah singgah keluarga korban, Bupati Edistasius Endi menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam. Ia memberikan penguatan moril kepada orang tua korban yang tetap bertahan di lokasi kejadian demi melanjutkan pencarian anak tercinta.

“Atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Manggarai Barat, kami sangat prihatin dan turut merasakan luka yang mendalam atas peristiwa ini. Kami terus memantau perkembangan dan berharap keluarga diberi kekuatan,” ujar Bupati Endi.

Di hadapan keluarga korban, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk selalu hadir dan memberikan dukungan penuh dalam situasi sulit ini.

“Keluarga tidak sendiri. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan terus mendukung proses pencarian dan memberikan pendampingan penuh. Kami turut merasakan kesedihan yang mendalam atas musibah ini,” tegasnya.

Selain dukungan moril, Bupati juga menyerahkan bantuan uang tunai, beras, serta makanan siap saji untuk membantu kebutuhan keluarga korban, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam pencarian lanjutan. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Edistasius Endi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam proses pencarian, termasuk Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan Reok Barat, Pemerintah Desa To’e, serta masyarakat.

Bupati juga menyempatkan diri meninjau langsung lokasi kejadian bersama aparat TNI/Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga setempat.

Harapan panjang keluarga dan warga akhirnya berujung duka. Pada hari ke-9 pencarian, Senin, 19 Januari 2026, jasad korban ditemukan oleh warga setempat yang sedang mencari kayu bakar, tidak jauh dari lokasi awal kejadian di sekitar Sungai Tiwu Pai tepatnya di Kampung Kalo, dusun Lengo Alo yang Jaraknya dengan lokasi tenggelam kurang lebih 1 km.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak keamanan. Personel Polsek Reo bersama aparat TNI dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut.

Duka mendalam pun menyelimuti seluruh masyarakat dan keluarga korban meninggalkan pelajaran penting akan kewaspadaan dan keselamatan di kawasan wisata alam. **

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *