Labuan Bajo, Okebajo.com – Komitmen menyukseskan program prioritas nasional terus diperkuat di Kabupaten Manggarai Barat. Kodim 1630/Manggarai Barat bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat meningkatkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor guna memastikan berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan dan swasembada energi menjadi fondasi utama kemandirian bangsa.
“Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, kita harus menjamin produksi pangan agar dapat dinikmati seluruh rakyat. Swasembada pangan adalah pilar utama strategi pembangunan nasional,” tegas Presiden Prabowo.
Rakornas tersebut turut dihadiri Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Manggarai Barat, termasuk Ketua DPRD Benediktus Nurdin, Kapolres Mabar AKBP Christian Kadang, Dandim 1630/Manggarai Barat Letkol Inf Budiman Manurung, Danlanal Labuan Bajo Letkol Laut (P) Ardian Widjanarko Djajasaputra, serta Kajari Manggarai Barat Yoanes Ardinto.
Sinergi Daerah Jadi Kunci Implementasi Kebijakan Nasional
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menegaskan bahwa kolaborasi Forkopimda menjadi instrumen strategis untuk menjembatani kebijakan nasional dengan kondisi riil di daerah.
Menurutnya, Rakornas menjadi forum lintas sektor yang sangat penting dalam memperkuat stabilitas sosial politik, mempercepat penyelesaian persoalan daerah, serta mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
“Forkopimda memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan program nasional dapat diimplementasikan secara optimal hingga ke masyarakat,” ujar Edistasius.
Kodim 1630 Siap Kawal Program Strategis Presiden
Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung menegaskan kesiapan TNI AD, khususnya Kodim 1630, dalam mendukung penuh seluruh program prioritas nasional di wilayah Manggarai Barat.
Beberapa program yang menjadi fokus pendampingan antara lain peningkatan serapan gabah dan beras melalui kerja sama dengan Bulog, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembangunan infrastruktur jembatan di wilayah terisolasi.
Dalam mendukung swasembada pangan, Budiman menekankan bahwa TNI terus berperan aktif mendampingi petani serta mendukung target peningkatan serapan gabah nasional yang ditargetkan mencapai 4 juta ton pada 2026.
Manggarai Barat, Lumbung Padi NTT
Budiman menyebut Manggarai Barat memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra produksi padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, terutama di wilayah Lembor.
Karena itu, jajaran Babinsa terus melakukan pendampingan intensif kepada kelompok tani untuk memastikan seluruh program Kementerian Pertanian benar-benar menjangkau petani.
Pendampingan tersebut mencakup proses tanam, pengendalian hama, pemanfaatan alat mesin pertanian, hingga fasilitasi koordinasi dengan Dinas Pertanian apabila petani membutuhkan bantuan sarana produksi.
“Kami optimistis dengan dukungan brigade pertanian yang menyediakan traktor, mesin panen, dan alat lainnya, produksi dan serapan gabah di Manggarai Barat akan meningkat,” ujar Budiman.
Pendampingan Program Cetak Sawah Baru
Selain meningkatkan produksi padi, Kodim 1630 juga siap mendampingi program nasional cetak sawah baru yang menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.
Program ini menargetkan perluasan lahan sawah hingga 1 juta hektare pada periode 2025–2026 dan mencapai 3 juta hektare hingga 2029. Fokusnya meliputi pembukaan lahan baru, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pelibatan petani lokal bersama TNI.
“Kami akan mendampingi mulai dari pengolahan lahan, proses tanam hingga panen. Hasil produksi nantinya diharapkan terserap melalui Koperasi Merah Putih sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan kesejahteraan meningkat,” jelas Budiman.
Pembangunan Koperasi Merah Putih Hadapi Tantangan Lahan
Hingga saat ini, pembangunan 26 KDMP tengah berjalan di Manggarai Barat. Dari jumlah tersebut, KDMP Wae Kelambu telah rampung dan siap beroperasi.
Namun, pembangunan koperasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan lahan. Dari total 169 desa dan kelurahan di Manggarai Barat, banyak wilayah belum memiliki lahan minimal 1.000 meter persegi yang dipersyaratkan untuk pembangunan koperasi.
Wilayah utara Manggarai Barat seperti Kecamatan Ndoso, Kuwus, Kuwus Barat, dan Pacar menjadi daerah yang paling terdampak karena kondisi geografis berbukit.
Budiman mengatakan, solusi cut and fill atau perataan lahan telah diusulkan kepada pemerintah daerah untuk mengatasi kendala tersebut.
Selain itu, persoalan status lahan ulayat juga menjadi tantangan karena banyak desa belum memiliki aset tanah resmi yang dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas desa.
Kendala lain muncul dari penolakan warga terhadap pembangunan koperasi di Desa Warloka dan Macang Tanggar. Akibatnya, proses pembangunan di dua wilayah tersebut sementara dihentikan sambil menunggu solusi bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Meski demikian, Budiman memastikan seluruh kendala akan diatasi melalui pendekatan komunikasi dan koordinasi lintas sektor.
Budiman menegaskan, Kodim 1630 berkomitmen mengawal seluruh program strategis nasional agar berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Manggarai Barat.
“Kami akan terus mendukung dan memastikan setiap program prioritas Presiden berjalan lancar. Semua dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelibatan aktif masyarakat,” tutup Budiman.








