“Bangkai” Truk Molen di Trans Flores Akhirnya Dievakuasi

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

LABUAN BAJO, Okebajo.com Pemandangan “monumen” rongsokan yang selama bertahun-tahun menghantui ruas jalan Trans Flores Labuan Bajo-Ruteng resmi berakhir. Sebuah truk mixer atau truk molen bernomor polisi B 9739 H yang terbengkalai di Cabang Langgo, Desa Wisata Wae Lolos, akhirnya diangkat dari badan jalan, Kamis, 5 Februari 2026.

Langkah evakuasi ini bukan sekadar urusan teknis pemindahan kendaraan rusak. Ini sebuah jawaban nyata atas keresahan warga yang telah lama merasa terancam keselamatannya.

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Sinergi Lintas Sektor

Proses evakuasi yang berlangsung sekitar empat jam ini berjalan dramatis namun sangat terukur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Barat mengerahkan alat berat ekskavator dan truk self-loader (tronton) untuk mengangkut rongsokan besi yang telah berkarat dimakan usia tersebut.

Di tengah deru mesin alat berat, tampak sinergi kuat di lapangan. Kapolsek Sano Nggoang, Ipda Risbel Pandiangan, memimpin operasi didampingi Kanit Patroli Satlantas Polres Mabar, Aiptu Herman Tedi. Kehadiran Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon, dan Kepala Desa Wae Lolos, Gervinus Toni dan sejumlah Wartawan menegaskan bahwa evakuasi ini adalah prioritas mendesak demi kenyamanan publik dan estetika desa wisata.

Gotong Royong Menghalau Macet

Meski operasi dilakukan di jalur utama yang padat aktivitas, kemacetan panjang berhasil dihindari. Kesigapan personel Satlantas Polres Mabar berpadu apik dengan semangat gotong royong puluhan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias.

Sejak fajar menyingsing, para pemuda setempat dengan sukarela mengatur arus lalu lintas, memastikan aktivitas ekonomi warga dan perjalanan wisatawan tetap berjalan beriringan dengan proses evakuasi.

“Kami memohon maaf atas sedikit hambatan bagi para pengguna jalan. Namun, langkah ini harus diambil demi menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas yang lebih baik ke depannya,” ujar Kapolsek Ipda Risbel Pandiangan.

Akhir dari Penantian Panjang

Bagi Kepala Desa Wae Lolos, Gervinus Toni, hari ini adalah sebuah kelegaan besar. Selama hampir enam tahun, ia menyaksikan bagaimana bangkai truk tak bertuan itu menjadi hambatan yang membahayakan nyawa, terutama saat malam hari di jalur yang minim penerangan.

“Mobil ini milik siapa, kami tidak tahu pasti. Sudah hampir enam tahun menghalangi jalan tanpa ada pihak yang bertanggung jawab. Hari ini kami sangat bersyukur atas tindakan tegas pemerintah dan kepolisian,” tutur Gervinus dengan nada lega.

Apresiasi juga datang dari Camat Sano Nggoang, Alfons Arfon dan para pelintas, Rudy Ngambut, salah satu pengguna jalan.

Menurut Camat Sano Nggoang, kepedulian kolektif antara Pemkab Mabar, Kepolisian, dan Pokdarwis adalah contoh nyata pelayanan masyarakat yang menyentuh akar persoalan.

Jalan Kembali Lapang

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti bahwa persoalan yang bertahun-tahun terbengkalai dapat tuntas melalui koordinasi yang solid.

Kini, jalur Trans Flores di titik Desa Wisata Wae Lolos kembali bersih dan lapang. Wisatawan maupun warga lokal kini dapat melintasi kawasan tersebut dengan rasa aman, tanpa harus lagi berpapasan dengan bayang-bayang rongsokan besi yang selama ini menghambat keindahan alam Manggarai Barat. *

(Robert Perkasa)

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *