LABUAN BAJO | Okebajo.com — Ruang Aula Kantor Bupati Manggarai Barat di Labuan Bajo pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2026 terasa berbeda dari biasanya. Sejak pukul 09.30 WITA, suasana tak hanya jauh dari agenda formal kedinasan, tetapi diselimuti kehangatan, rasa haru, dan semangat literasi yang membuncah.
Pelbagai elemen masyarakat berkumpul dalam sebuah perhelatan bermakna: Peluncuran Buku “Jejak Pengabdian dan Kemanusiaan Pater Marsel Agot, SVD”. Sebuah karya yang mendokumentasikan rekam jejak, perjuangan, serta dedikasi pelayanan dan kemanusiaan seorang tokoh rohaniwan yang telah menghibahkan usianya bagi Gereja, alam, pembangunan kemanusiaan, dan masyarakat di bumi Manggarai Barat serta Flores pada umumnya.
Acara peluncuran buku ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat. Tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo, para rohaniwan, tokoh masyarakat, sejumlah anggota DPRD Manggarai Barat, tim penulis dan editor, hingga keluarga besar Pater Marsel Agot.
Kehadiran para siswa-siswi dari sejumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA/SMA/SMK) se-Labuan Bajo memberi warna tersendiri. Lebih dari sekadar penonton, generasi muda ini tampil membacakan puisi-puisi sentimental tentang Pater Marsel Agot. Bait demi bait puisi yang dilantunkan para pelajar menjadi bentuk ungkapan terima kasih dan rasa hormat yang tulus atas rekam jejak pelayanan pastoral serta dedikasi sang imam di tengah masyarakat.
Sosok Gembala yang Rela Berdebu dan Berlumpur
Buku karya Dr. Bernadus Barat Daya (Editor)—dengan pengantar oleh Dr. Pius Rengka dan prolog dari Prof. Dr. Otto Gusti Madung, SVD—dihadirkan bukan semata sebagai koleksi lembaran kertas, melainkan wujud penghormatan tulus atas kepemimpinan pastoral yang membumi.
Dalam sambutannya, Dr. Bernadus Barat Daya selaku editor menegaskan alasan mendasar di balik penyusunan buku ini. Bagi masyarakat dan umat, Pater Marsel adalah figur imam yang tak canggung untuk menanggalkan kenyamanan demi melayani.
“Buku yang diluncurkan hari ini kami dedikasikan sebagai bentuk penghormatan kami umat awam kepada sosok pastor yang membumi. Pater Marsel Agot adalah sosok pastor yang tidak hanya pintar berkhotbah di mimbar, tetapi rela berdebu, berlumpur melalui aksi nyata di tengah orang kecil. Sosok pastor seperti inilah yang disukai dan dicintai oleh umat awam,” ujar Dr. Bernadus dengan penuh haru.
Ia menambahkan bahwa Pater Marsel adalah sosok imam yang sangat layak dihormati karena keteladanan nyata di tengah umat dan masyarakat.
“Pater Marsel adalah pastor yang rela berdebu, rela berlumpur bersama umatnya. Itulah sebabnya mengapa kami memberi penghormatan yang luar biasa kepada sosok beliau,” tegasnya.
Tiga Pilar Keteladanan: Iman, Alam, dan Persaudaraan
Apresiasi mendalam juga mengalir dari jajaran pemerintah daerah. Sekda Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, merangkum perjalanan hidup Pater Marsel Agot dalam tiga pilar keteladanan utama yang patut diwarisi oleh masyarakat dan generasi muda.
“Beliau adalah seorang pastor, pecinta alam, dan merajut persaudaraan yang luas—lintas suku, agama, dan lintas budaya,” ungkap Sekda merangkum tiga simpul keteladanan sang Pater: Iman, Alam, dan Persaudaraan.
Menghidupkan Obor Inspirasi
Ketika sesi foto bersama dan penyerahan buku secara simbolis berlangsung di atas panggung utama, tepuk tangan riuh memenuhi aula. Senyum penuh kebanggaan terpancar dari para tokoh, alumni, sahabat, serta masyarakat yang hadir saat momen kebersamaan itu diabadikan.
“Merawat Keteladanan, Menghidupkan Inspirasi, Menyalakan Semangat Pengabdian.” Pesan filosofis yang tertera pada perhelatan tersebut seolah menjadi benang merah peluncuran buku itu.
Peluncuran buku Pater Marsel Agot, SVD bukan sekadar perayaan atas lahirnya sebuah karya literasi, melainkan sebuah seruan bagi masyarakat Manggarai Barat untuk terus merawat kasih, menjaga alam, dan meneruskan obor pengabdian tanpa sekat bagi sesama.
*(Robert Perkasa)












