Dua Jari untuk Keberlanjutan Desa Wisata Wae Lolos di Tangan Gervinus Toni

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Labuan Bajo, Okebajo.com | Angin sore berembus pelan di hamparan perbukitan Dusun Langgo, Desa Wisata Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Langit sedikit mendung, seolah turut mengiringi keseriusan langkah belasan warga yang berkumpul tepat di sebuah titik strategis: persimpangan jalan yang kini dihiasi sebuah baliho besar bercahaya jingga senja.

Di atas baliho itu, terpampang wajah yang tak asing lagi bagi mereka: Gervinus Toni. Dengan senyum penuh keyakinan dan pose ‘angka 2’ yang khas, ia hadir kembali sebagai calon Kepala Desa Wae Lolos untuk periode 2026-2034. Di bawah sorot mata belasan warga, baliho itu bukan sekadar gambar, melainkan simbol harapan dan komitmen yang tak tergoyahkan.

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Selasa petang ini menjadi momen sakral. Belasan warga, mewakili berbagai kalangan di Desa Wae Lolos, berdiri berjejer, menatap lurus ke arah kamera dan baliho. Tangan kanan mereka serentak diangkat, membentuk simbol ‘dua jari’ dengan penuh semangat, mencerminkan nomor urut calon pemimpin yang mereka dukung. Ekspresi mereka cerah, penuh antusiasme, dan tak ragu menyembunyikan keyakinan mereka.

Komitmen mereka total. Dukungan ini bukan sekadar ikut-ikutan atau euforia politik sesaat. Bagi warga Wae Lolos, mendukung Gervinus Toni untuk periode kedua adalah bentuk penghargaan atas rekam jejak nyata. Mereka menilai, figur yang akrab disapa Toni, ini telah berhasil menakhodai Desa Wae Lolos selama periode pertama, 2018-2026.

Transformasi Wae Lolos menjadi salah satu desa wisata unggulan di Manggarai Barat adalah salah satu bukti nyata sentuhannya bersama Pokdarwis Cunca Plias. Pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan potensi wisata alam seperti air terjun Cunca Plias, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menyambut wisatawan, semuanya tak lepas dari visi dan kerja keras Gervinus Toni. Di bawah kepemimpinannya, Wae Lolos tak lagi sekadar desa di pedalaman, tapi telah menjelma menjadi destinasi yang ramah dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kami merasakan langsung perubahannya,” ujar Sam, salah satu warga yang hadir, tatapannya lekat pada baliho.

“Dulu desa kami biasa saja, tapi sekarang sudah jauh lebih hidup, lebih dikenal, dan ada peluang ekonomi bagi kami warga. Pak Toni punya hati untuk membangun, dan kami ingin itu berlanjut”, ujarnya.

Sore itu, di depan baliho yang mereka pajangkan dengan bangga di jantung dusun mereka, komitmen itu kembali diikrarkan. Suara mereka beradu dengan desau angin, menegaskan bahwa pilihan mereka telah bulat. Mereka tidak hanya memilih seorang calon, tapi mereka memilih keberlanjutan dari sebuah kemajuan yang telah nyata mereka rasakan.

Seiring berjalannya waktu, matahari mulai tenggelam di balik perbukitan, namun semangat warga Wae Lolos untuk mendukung Gervinus Toni tak ikut pudar. Di bawah tatapan baliho nomor dua, mereka bertekad untuk terus berjuang, memastikan bahwa desa tercinta mereka akan terus tumbuh dan berkembang di bawah kepemimpinan figur yang telah teruji. Bagi mereka, tanggal 25 Agustus 2026 ini bukan hanya tentang pengikraran dukungan, tapi awal dari babak baru untuk masa depan Wae Lolos yang lebih baik. *

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *