Kecamatan Sano Nggoang Terisolasi : Jalan, Listrik dan Internet Putus Total Akibat Longsor

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Labuan Bajo | Okebajo.com | Krisis akibat bencana tanah longsor di ruas jalan Bambor – Werang, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, kian meluas. Tidak hanya memutus urat nadi transportasi. Bencana ini juga menyebabkan sebagian besar wilayah kecamatan tersebut terisolasi secara digital dan gelap gulita akibat kerusakan infrastruktur vital.

Kecamatan yang “Gelap” dan Terputus

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Pantauan terbaru di lokasi bencana menunjukkan bahwa dampak longsor telah meruntuhkan sejumlah tiang penyangga jaringan listrik. Akibatnya, pemadaman total terjadi di beberapa desa, memaksa warga melewati malam dalam kondisi gelap gulita.

Kondisi ini diperparah dengan lumpuhnya jaringan internet. Menara telekomunikasi yang mengandalkan suplai listrik serta jalur fiber optik diduga ikut terdampak. Hal ini menyulitkan koordinasi darurat dan pembaruan informasi dari lokasi bencana secara real-time.

Titik Kerusakan Infrastruktur Jalan

Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon, menjelaskan bahwa kerusakan jalan hotmix antara Kampung Lara Mburak dan Lara Lujang adalah yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Ancaman Jurang Dalam. Di titik dekat Gua Lara, longsoran menciptakan tebing curam sedalam 70-100 meter. Tembok penahan jalan sepanjang 40 meter saat ini dalam kondisi kritis dan terancam amblas sepenuhnya jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Blokade Material. Mulai dari timbunan tanah putih sepanjang 30 meter hingga batu raksasa yang menutup badan jalan di Lara Lujang, membuat kendaraan roda empat maupun roda dua sama sekali tidak bisa melintas.

Upaya Darurat: Alat Berat dan Jalur Alternatif

Meskipun satu unit Ekskavator dari Dinas PU Manggarai Barat telah tiba pada Kamis malam (19.30 WITA), operator belum dapat melakukan tindakan karena kendala cuaca ekstrem dan risiko longsor susulan di kegelapan malam.

Sebagai langkah darurat untuk memecah isolasi, pemerintah kecamatan telah memetakan jalur alternatif melalui:
Dahot – Pusut – Bibang – Ndiri – Rahak – Rambang – Galang – Werang.

“Kami fokus pada pembukaan akses mobilitas terlebih dahulu melalui jalur alternatif Dahot-Werang. Namun, ada satu titik kritis di Ro’ang yang butuh perbaikan segera. Besok (Jumat), kami bersama TNI/Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dari tiga desa akan turun langsung bergotong-royong,” ujar Camat Alfonsius usai rapat koordinasi dengan Forkopimcam, Kamis sore tadi.

Tantangan Penanganan Bencana

Lumpuhnya jaringan komunikasi menjadi tantangan terbesar bagi tim di lapangan. Koordinasi untuk mendatangkan bantuan teknis dari PLN guna memperbaiki jaringan listrik serta teknisi telekomunikasi menjadi terhambat.

Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang terus mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada terhadap pergerakan tanah susulan.

Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah itu agar tidak memaksakan diri melintasi atau beraktivitas di sekitar area longsor karena struktur tanah yang masih labil.

Saat ini, warga hanya bisa berharap cuaca pada Jumat pagi bersahabat, sehingga alat berat dapat bekerja maksimal dan giat gotong royong masyarakat mampu membuka kembali akses jalan yang terputus, sembari menunggu perbaikan jaringan listrik dan internet oleh instansi terkait. *(Robert Perkasa)

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *