LABUAN BAJO, Okebajo.com — Di tengah proses pemulihan pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyiapkan penghargaan khusus bagi para Kepala Desa dan Lurah yang dinilai bekerja keras selama masa tanggap darurat bencana.
Penghargaan tersebut akan diberikan dalam bentuk bantuan khusus yang saat ini sedang disiapkan payung hukumnya melalui Peraturan Bupati (Perbup). Nilai bantuan yang direncanakan mencapai maksimal Rp12 juta untuk setiap Kepala Desa dan Lurah di wilayah terdampak.
Komitmen itu disampaikan Bupati Edi saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Gempa Bumi dan Masa Transisi Pemulihan Pascabencana di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (14/9/2026).
“Saya tahu dan sadar betul, teman-teman Kepala Desa dan Lurah yang wilayahnya terdampak bencana gempa sudah berdarah-darah pada masa penanganan darurat ini. Kita layak memberi mereka penghargaan,” tegas Bupati Edi dikutip dari infomabar.manggaraibaratkab.go.id.
Menurutnya, pemerintah daerah sedang merumuskan besaran bantuan yang akan diberikan. Nominal tertinggi dipatok hingga Rp12 juta, sementara batas minimal masih dalam pembahasan.
Desa Wae Wako dan Poco Dedeng Jadi Contoh
Selain bantuan khusus, Bupati Edi juga memberikan apresiasi kepada Desa Wae Wako dan Desa Poco Dedeng di Kecamatan Lembor. Kedua desa tersebut dinilai memiliki kualitas pendataan terbaik karena seluruh laporan kerusakan yang disampaikan sesuai dengan hasil verifikasi lapangan.
Sebaliknya, ia menyoroti sejumlah desa yang memiliki selisih data sangat besar antara laporan awal dan hasil verifikasi.
“Ada desa yang melaporkan 159 rumah rusak. Setelah diverifikasi, ternyata hanya 10 yang memenuhi syarat,” ungkapnya.
Bupati mengingatkan seluruh aparatur desa agar tidak bermain-main dalam proses pendataan karena berkaitan langsung dengan penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan negara.
Data Rumah Rusak Capai 13.658 Unit
Dalam kesempatan itu, Bupati Edi memaparkan perkembangan data kerusakan akibat gempa.
Pada 23 Agustus 2026, data real time mencatat sekitar 9.000 rumah terdampak. Angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 12 ribu unit berdasarkan pendataan offline per 12 September 2026.
Setelah proses verifikasi dilakukan, jumlah rumah terdampak kini mencapai 13.658 unit.
Namun, Bupati mengaku khawatir melihat tren data yang tidak wajar, terutama pada kategori rumah rusak ringan yang meningkat sangat tajam.
“Rumah rusak berat dan rusak sedang datanya relatif tetap, tetapi rusak ringan naik seperti roket. Kalau melihat data seperti ini, pengambil keputusan pasti ragu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh data tersebut nantinya masih akan melalui proses verifikasi dan validasi ulang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hampir 2.000 Aduan Masuk, Pemkab Turunkan Tim Khusus
Masa sanggah yang diperpanjang hingga Senin (14/9/2026) menghasilkan sekitar 1.700 pengaduan masyarakat terkait hasil verifikasi. Selain itu, terdapat hampir 200 rumah yang dilaporkan belum masuk dalam pendataan.
Dengan demikian, total aduan yang harus ditindaklanjuti mendekati 2.000 kasus.
“Kalau kesalahan itu berasal dari personel kita, kita harus berani memperbaiki. Tetapi kalau pengaduannya tidak sesuai fakta, masyarakat juga harus menerima hasilnya,” kata Bupati.
Untuk menindaklanjuti seluruh pengaduan tersebut, Pemkab Manggarai Barat mengerahkan 50 personel gabungan dari Dinas Bina Marga, Inspektorat, dan sejumlah OPD lainnya. Mereka diberi waktu empat hari untuk melakukan verifikasi ulang hingga Kamis (17/9/2026) pukul 23.59 WITA.
Bantuan ke Pusat Diajukan Bertahap
Bupati Edi menjelaskan, pengajuan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi kepada pemerintah pusat akan dilakukan secara bertahap.
Tahap pertama diperuntukkan bagi warga yang datanya sudah final dan tidak lagi masuk dalam masa sanggah. Sementara tahap kedua akan diajukan setelah seluruh proses verifikasi ulang terhadap aduan masyarakat selesai dilakukan.
Ribuan Terpal Siap Disalurkan
Kabar baik juga disampaikan bagi korban gempa yang masih bertahan di tenda darurat maupun tempat pengungsian sementara.
Pemkab Manggarai Barat telah menyiapkan total 3.920 lembar terpal, terdiri dari 2.250 terpal hasil pengadaan baru dan 1.670 terpal yang sudah tersedia di gudang logistik.
Meski kebutuhan diperkirakan mencapai sekitar 6.000 lembar, Bupati memastikan seluruh warga yang memenuhi syarat akan mendapatkan bantuan.
Penyaluran bantuan ditargetkan mulai dilakukan secara masif sejak Selasa (15/9/2026).
“Yang sudah mendapatkan tenda jangan diberikan lagi. Laporkan juga yang sudah menerima bantuan dari LSM atau gereja supaya tidak terjadi bantuan ganda,” tegasnya.
Minta Maaf Jika Dinilai Terlalu Tegas
Menutup arahannya, Bupati Edi menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan data penerima bantuan benar-benar valid, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga meminta hasil verifikasi diumumkan secara terbuka di setiap desa agar masyarakat dapat mengetahui secara langsung status rumah mereka.
Di akhir rapat, Bupati Edi menyampaikan permohonan maaf apabila sikap tegasnya selama masa penanganan bencana dianggap berlebihan.
“Maaf kalau saya terlalu tegas. Tidak ada kebencian kepada siapa pun secara pribadi. Niat saya hanya satu, rakyat kita bisa dilayani dengan cepat. Kalau kita responsif, itu menjadi kepuasan tersendiri,” tutupnya.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, para asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Manggarai Barat.












