Proyek SPAM Rp2 Miliar di Desa Pacar Diselidiki Tipikor, Sebulan Berlalu Warga Masih Tunggu Kejelasan

Avatar photo

LABUAN BAJO, Okebajo.com — Penyelidikan dugaan mangkraknya proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai lebih dari Rp2 miliar di Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, hingga kini masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Manggarai Barat melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebelumnya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi proyek tersebut.

Namun, setelah tim Tipikor melakukan peninjauan lapangan pada Rabu, 2 September 2026, masyarakat hingga kini masih menunggu kejelasan mengenai perkembangan maupun tindak lanjut dari penyelidikan tersebut.

Padahal, dalam pemeriksaan awal itu, tim Tipikor menemukan sejumlah jalur perpipaan SPAM yang tidak dialiri air.

Peninjauan lapangan dilakukan setelah proyek SPAM Desa Pacar mendapat sorotan karena sejumlah wilayah permukiman warga disebut belum menikmati aliran air dari jaringan yang telah dibangun.

Pantauan OkeBajo.com saat itu, sebanyak empat personel Unit Tipikor Polres Manggarai Barat mendatangi sejumlah titik jaringan SPAM, khususnya wilayah anak kampung yang diketahui tidak mendapatkan aliran air.

Tim tidak hanya melihat kondisi jaringan perpipaan, tetapi juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah titik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim Tipikor turut didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan perencana proyek SPAM.

Pemeriksaan lapangan tersebut menjadi langkah awal kepolisian untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi proyek yang dibangun menggunakan anggaran negara.

Dari pengecekan di lapangan, ditemukan sejumlah jalur perpipaan yang tidak dialiri air.

Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari bahan penyelidikan untuk mengetahui penyebab sistem distribusi air tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Persoalannya menjadi perhatian publik karena proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp2.063.530.000 tersebut sebelumnya telah dinyatakan selesai dan melalui proses penyerahan pekerjaan.

Kini, setelah pemeriksaan lapangan dilakukan, warga Desa Pacar mempertanyakan perkembangan penyelidikan tersebut.

Masyarakat berharap pemeriksaan awal yang dilakukan Unit Tipikor tidak berhenti pada pengecekan kondisi fisik proyek, tetapi dilanjutkan dengan pendalaman terhadap seluruh aspek pekerjaan.

Mulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, kualitas pekerjaan, pembayaran, hingga mekanisme serah terima proyek.

“Kami berharap penyelidikan awal ini harus ada progresnya. Jangan sampai hanya datang melihat lokasi, setelah itu tidak ada kelanjutannya. Kalau memang ada persoalan, siapa pun yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkannya di mata hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian karena proyek tersebut menggunakan anggaran negara yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

“Kami hanya ingin uang negara digunakan dengan benar. Proyek ini dibangun untuk masyarakat, jadi masyarakat harus mendapatkan manfaatnya. Kalau ada pihak yang memang harus bertanggung jawab, silakan diproses sesuai hukum. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan sementara proyeknya sudah menghabiskan miliaran rupiah,” tegasnya.

Karena itu, warga berharap aparat penegak hukum dapat memberikan kejelasan mengenai hasil pemeriksaan awal yang telah dilakukan.

Jika dalam proses pendalaman ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum, masyarakat meminta agar proses tersebut dilanjutkan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, apabila persoalan tersebut ternyata disebabkan kendala teknis dan tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum, masyarakat juga berhak memperoleh penjelasan mengenai penyebab proyek tidak berfungsi optimal serta langkah konkret untuk memperbaikinya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, S.T.K., S.I.K., M.H. belum berhasil dikonfirmasi media ini terkait perkembangan hasil penyelidikan dari tim Tipikor Polres Manggarai Barat.

PPK Sebut Kontraktor Diminta Perbaiki

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Laurensius Purnama, ketika dikonfirmasi OkeBajo.com pada Sabtu, 5 September 2026, menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta kontraktor segera melakukan perbaikan.

“Sudah disampaikan adik,” kata Lourensius.

Namun, saat itu ia belum dapat memastikan kapan perbaikan akan dilakukan.

“Terkait hal ini nanti bisa ase tanyakan ke yang bersangkutan terkait kesediaannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Manggarai Barat, Feri Kurniadi, sebelumnya mengatakan pihaknya belum dapat melakukan penanganan langsung terhadap persoalan SPAM Desa Pacar karena masih fokus pada pendataan rumah warga yang terdampak bencana gempa bumi.

“Kami fokus terkait pendataan rumah bencana. Nanti akhir bulan ini mudah-mudahan proses penanganannya cepat selesai. Setelah tanggap darurat selesai, kami langsung fokus penanganan beberapa SPAM yang ada,” kata Feri, Sabtu, 5 September 2026.

Di Tengah Penyelidikan, Pengelolaan Dialihkan

Sementara proses penyelidikan masih menjadi perhatian masyarakat, berdasarkan informasi yang dihimpun OkeBajo.com, pemerintah daerah mengambil langkah terkait keberlanjutan pengelolaan SPAM tersebut.

Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Manggarai Barat disebut telah menyerahkan pengelolaan sementara SPAM tersebut kepada Perumda Air Minum Wae Mbeliling.

Penyerahan tersebut menjadi dasar bagi rencana pengembangan dan pengelolaan sementara SPAM Desa Pacar oleh Perumda Air Minum Wae Mbeliling.

Langkah ini kemudian mendapat perhatian masyarakat karena dilakukan ketika kondisi proyek masih menjadi sorotan dan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum belum diketahui secara jelas perkembangannya.

Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana posisi pengelolaan SPAM tersebut di tengah proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Pemerintah Kecamatan Gelar Sosialisasi

Rencana pengembangan dan pengelolaan sementara SPAM tersebut juga telah disosialisasikan kepada masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Pacar menggelar sosialisasi pada Kamis, 17 September 2026.

Masyarakat Desa Pacar yang berada dalam wilayah layanan jaringan SPAM diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Informasi yang dihimpun OkeBajo.com, sosialisasi itu mengacu pada Berita Acara Penyerahan Pengelolaan Sementara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2026 dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Manggarai Barat kepada Perumda Air Minum Wae Mbeliling.

Dengan adanya penyerahan pengelolaan tersebut, masyarakat kini berharap keberadaan Perumda Wae Mbeliling dapat menjadi solusi agar jaringan SPAM yang telah dibangun dapat berfungsi dan memberikan pelayanan air kepada warga.

Namun, masyarakat juga berharap proses tersebut tidak mengaburkan persoalan yang sebelumnya menjadi sorotan.

Warga Ingin Dua Persoalan Berjalan Bersamaan. Bagi masyarakat, terdapat dua hal yang kini menjadi perhatian.

Pertama, bagaimana memastikan SPAM Desa Pacar dapat segera berfungsi dan memberikan akses air kepada masyarakat.

Kedua, bagaimana memastikan persoalan terkait pembangunan proyek tersebut tetap mendapatkan kejelasan melalui proses pemeriksaan aparat penegak hukum.

Warga berharap pengelolaan oleh Perumda Wae Mbeliling dapat mempercepat pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun, sementara proses pemeriksaan yang dilakukan Unit Tipikor tetap berjalan sesuai prosedur apabila masih diperlukan pendalaman.

Sebab, persoalan proyek SPAM Desa Pacar bukan hanya menyangkut keberadaan jaringan pipa dan sistem pompa.

Ada anggaran negara sebesar Rp2,063 miliar lebih yang telah digunakan untuk membangun fasilitas pelayanan publik tersebut.

Karena itu, masyarakat berharap fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan manfaat sebagaimana tujuan awalnya, sekaligus terdapat kejelasan mengenai kondisi proyek dan proses pelaksanaannya.

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *