LABUAN BAJO, Okebajo.com — Ratusan umat Katolik Paroki Santa Familia Wae Nakeng tumpah ruah memadati jalan raya dalam prosesi keagamaan Perarakan Patung Bunda Maria di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (30/5/2026) sore.
Kegiatan yang menutup Bulan Maria sekaligus Festival Religi Budaya ini berlangsung aman, tertib, dan khidmat di bawah pengawalan ketat aparat keamanan gabungan.
Prosesi tahunan yang diikuti sekitar 400 umat ini dimulai tepat pukul 15.00 Wita. Mengambil titik start di kawasan Agro Wisata, Desa Siru, peziarah berjalan kaki sejauh 2,4 kilometer menyusuri persawahan irigasi Lembor, kawasan Malawatar, dan Jalan Nangalili, sebelum berakhir di pusat Paroki Santa Familia Wae Nakeng pada pukul 17.40 Wita.
Sebelum patung Bunda Maria mulai diarak dalam keheningan doa rosario dan nyanyian pujian, umat terlebih dahulu mengikuti Ibadat Sabda pembuka yang dipimpin oleh Vikaris Parokial, RD. Berto Mere.
Mengingat rute prosesi melintasi jalur aktif yang rawan kemacetan, Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor bersama personel Koramil 1630-02/Lembor bersiaga penuh di sepanjang jalan. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Lembor, IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P.
IPDA Vinsensius menjelaskan, pihaknya menerapkan pola pengamanan melekat serta rekayasa lalu lintas pada titik persimpangan vital.
“Fokus utama kami adalah memberikan rasa aman kepada umat yang beribadah, sekaligus memastikan pengguna jalan raya lainnya tidak terganggu,” ujar Vinsensius di sela-sela pengaturan arus lalu lintas.
Ia tidak menampik adanya kepadatan kendaraan sesaat di jalan poros akibat panjangnya barisan rombongan umat yang antusias.
“Namun, berkat kesiapan personel gabungan dan koordinasi yang baik dengan panitia internal gereja, arus lalu lintas bisa segera dialihkan dan kembali normal dengan cepat,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh agama penting paroki setempat, di antaranya Pastor Paroki Santa Familia Wae Nakeng, RP. Yeremias G. Bero, SVD; Direktur Pusat Pastoral (Puspas), RD. Carles Suwendi; serta Vikaris Parokial, RD. Deny Ngambut.
Ditemui usai prosesi, Pastor Paroki Santa Familia Wae Nakeng, RP. Yeremias G. Bero, SVD, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang terlibat, khususnya aparat keamanan dan masyarakat sekitar yang senantiasa menjaga kerukunan.
“Perarakan ini bukan sekadar rutinitas atau tradisi tahunan umat Katolik di Wae Nakeng. Ini adalah representasi dari ungkapan iman terdalam sekaligus perayaan kebudayaan religi kita bersama di Lembor,” tutur RP. Yeremias.
Beliau juga secara khusus menyampaikan terima kasih atas iklim toleransi yang terus terawat dengan baik di wilayah tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran Polsek Lembor, Koramil, serta seluruh elemen masyarakat Lembor tanpa terkecuali, yang senantiasa bahu-bahu menjaga toleransi, kedamaian, dan ketertiban selama prosesi kudus ini berlangsung. Kehadiran semua pihak adalah bukti indah bahwa perbedaan justru mempererat kita,” ungkapnya hangat.**#








