Gempa Guncang Flores, Pemkab Mabar Kerahkan 40 Kendaraan Dinas Antar 42 Ton Bantuan

Pemkab Mabar berharap mobilisasi seluruh potensi kendaraan dinas ini mampu mempercepat proses penyaluran bantuan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

LABUAN BAJO, Okebajo.com — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) bergerak cepat menghadapi dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang daratan Flores. Di tengah situasi tanggap darurat, seluruh kekuatan pemerintah daerah dikerahkan untuk memastikan bantuan logistik dapat menjangkau masyarakat terdampak secara cepat, merata, dan tepat sasaran.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 40 unit kendaraan dinas milik pejabat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal hingga organisasi non-pemerintah (NGO/LSM) dikerahkan menjadi armada pengangkut bantuan.

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Iring-iringan kendaraan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dari Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Kabupaten Manggarai Barat, Senin (17/8/2026) sore.

Sebelum armada diberangkatkan, Bupati Edi turun langsung memetakan wilayah tujuan distribusi hingga tingkat kecamatan. Ia juga menunjuk pimpinan perangkat daerah untuk bertanggung jawab mengawal pengiriman logistik ke masing-masing wilayah sasaran.

Dalam pelepasan tersebut, Bupati Edi didampingi Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, Sekretaris Daerah Fransiskus Sales Sodo, jajaran Forkopimda, serta pimpinan instansi vertikal.

Distribusi Tahap Pertama Dilakukan Serentak

Bupati Edi menegaskan, pengiriman logistik pada Senin sore merupakan distribusi tahap pertama yang dilakukan secara serentak. Langkah ini dimaksudkan untuk memperluas jangkauan bantuan setelah sebelumnya distribusi dilakukan secara bertahap ke sejumlah titik.

“Walaupun pada hari-hari sebelumnya kita sudah distribusikan bantuan ke sejumlah titik, tapi hari ini distribusi kita lakukan secara serempak. Kerja dengan penuh tanggung jawab, jaga kekompakan, beri bantuan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Bupati Edi saat memberikan arahan kepada seluruh tim lapangan.

Pesan tersebut menjadi penekanan penting bagi seluruh petugas yang terlibat agar proses distribusi tidak sekadar cepat, tetapi juga dilakukan secara tertib, transparan, dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

42 Ton Beras Diangkut Kendaraan Dinas

Dalam distribusi tahap pertama ini, Pemkab Manggarai Barat menyalurkan bantuan dalam jumlah besar. Logistik yang dikirim meliputi 42 ton beras, 102 lembar terpal berukuran 3 x 4 meter, serta sejumlah dus mi instan.

Seluruh bantuan tersebut diangkut menggunakan kendaraan dinas yang dikerahkan dari berbagai unsur pemerintahan dan lembaga yang terlibat.

Setiap kecamatan target mendapatkan dukungan sekitar 3 hingga 4 kendaraan dinas yang disiagakan untuk mengawal pengiriman bantuan hingga ke wilayah tujuan.

Pengerahan armada secara besar-besaran ini sekaligus menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi situasi bencana. Tidak hanya birokrasi pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, instansi vertikal dan sejumlah NGO/LSM yang beraktivitas di Labuan Bajo turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Semua Kekuatan Dikerahkan untuk Warga Terdampak

Pemkab Mabar berharap mobilisasi seluruh potensi kendaraan dinas ini mampu mempercepat proses penyaluran bantuan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemulihan awal pascabencana, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.

Dengan distribusi yang dilakukan secara serentak dan dikawal langsung oleh para pimpinan perangkat daerah, pemerintah daerah menargetkan bantuan dapat diterima masyarakat secara merata, cepat, dan tepat sasaran.

Di tengah situasi bencana, Pemkab Manggarai Barat menegaskan bahwa seluruh sumber daya yang dimiliki pemerintah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Armada kendaraan dinas yang biasanya digunakan untuk aktivitas pemerintahan pun kini berubah fungsi menjadi kendaraan kemanusiaan, mengantarkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *