Labuan Bajo, Okebajo.com – Enam hari pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores, warga Dusun Bobong, Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku belum tersentuh bantuan.
Wihelmus, Keluarga Warga terdampak menyebut pihaknya terpaksa mengungsi dan bertahan di tenda darurat dengan kondisi serba terbatas. Mereka menggunakan terpal seadanya sebagai tempat berlindung.
Kondisi para pengungsi semakin memprihatinkan karena kekurangan kebutuhan logistik. Hingga kini, warga mengaku belum menerima bantuan berupa sembako, terpal maupun obat-obatan dari pemerintah setempat.
Bahkan, empat kepala keluarga (KK) harus berbagi satu tenda darurat untuk bertahan selama masa pengungsian.
“Enam hari setelah gempa, warga berharap pemerintah segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi mereka dan memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi,” ucap Wihelmus
Ia meminta pemerintah melakukan pengecekan dan pendataan terhadap rumah-rumah yang rusak, khususnya rumah dengan kategori rusak berat, sekaligus segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Kami berharap pemerintah segera datang melihat kondisi kami dan menyalurkan bantuan. Saat ini kami sangat membutuhkan sembako, terpal, obat-obatan dan kebutuhan lainnya,” harap Wihelmus
Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait agar masyarakat yang terdampak bencana tidak semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di tempat pengungsian.
“Kami berharap bantuan segera datang, karena warga terdampak tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga harus bertahan dalam keterbatasan setelah bencana,” bebernya












