MANGGARAI TIMUR, Okebajo.com — Di tengah ribuan gempa susulan yang masih terus mengguncang Flores, dampaknya kini semakin dirasakan hingga ke pelosok-pelosok wilayah terdampak. Setelah jalur Pantura yang menghubungkan Kecamatan Lamba Leda Utara dan Sambi Rampas dilaporkan mengalami keretakan akibat gempa susulan magnitudo 6.0 pada Kamis pagi (20/8/2026), kini ancaman serupa menghantui bangunan-bangunan penting di wilayah tersebut.
Salah satunya adalah Rumah Pastoran Paroki St. Agustinus Weleng di Desa Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, yang dilaporkan mengalami kerusakan serius dan terancam roboh jika kembali diguncang gempa susulan.
Akibat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Pastor Paroki St. Agustinus Weleng, RD Aleks Popos, bersama para karyawan paroki terpaksa meninggalkan bangunan pastoran dan mendirikan tenda darurat sebagai tempat berlindung sementara.
Malam ini, pastor dan para karyawan paroki memilih bermalam di bawah tenda karena khawatir bangunan pastoran yang telah mengalami keretakan tidak mampu menahan guncangan berikutnya.
“Keputusan mengungsi di tenda darurat diambil demi keselamatan. Kondisi bangunan sudah sangat mengkhawatirkan dan sewaktu-waktu bisa roboh jika terjadi gempa susulan yang kuat,” ungkap Roy Ligo yang berada di lokasi.
Roy menuturkan bahwa selain rumah Pastoran, rumah-rumah warga juga mengalami kerusakan parah akibat gempa susulan.
“Hari ini banyak rumah-rumah warga di Desa Nampar Tabang yang rusak berat akibat gempa susulan ini,” jelasnya.
Berdasarkan data BMKG, hingga Kamis pagi telah terjadi lebih dari 3.400 kali gempa susulan sejak gempa utama mengguncang wilayah Flores. Bahkan, BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung selama tiga hingga empat minggu ke depan.
Kondisi ini membuat banyak warga di daerah terdampak memilih tetap berada di tenda-tenda pengungsian meskipun siang hari kembali beraktivitas. Rasa trauma dan ketakutan terhadap kemungkinan gempa yang lebih besar masih membayangi masyarakat.












