Desa Wisata Wae Lolos Menjadi Lokasi Syuting Film Pekín Express Musim ke-23 Prancis

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Labuan Bajo | Okebajo.com | Suasana di Desa Wisata Wae Lolos, Flores Barat, kian semarak! Pasalnya, desa yang dijuluki “Seribu Air Terjun” ini terpilih menjadi salah satu lokasi syuting untuk ajang balap petualangan bergengsi, Pekín Express Musim ke-23 Prancis. Ratusan peserta dari berbagai belahan dunia akan menginjakkan kaki di Desa Wae Lolos, siap menaklukkan berbagai tantangan yang menguji adrenalin, Jumat, 4 September 2026.

Pekín Express Musim 23 merupakan acara televisi Prancis yang sangat populer, membawa peserta melintasi berbagai negara. Di musim ke-23 ini, rute petualangan membentang dari Pantai Koka, Flores hingga berakhir di Manila, Filipina.

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Proses syuting musim ke-23 “Pekín Express” akan dimulai pada 28 Agustus di Pantai Koka (Flores) dan berakhir pada 8 Oktober 2026 di Manila. Rangkaian perjalanan untuk 6 episode di Indonesia ini mencakup wilayah Flores (Pantai Koka, Maumere, Kelimutu, Bajawa, Labuan Bajo), Sumbawa (Bima, Labuan Jambu, Kuang), Lombok (Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Mataram), dan Bali (Padang Bai, Lovina, Tanah Lot).

Sebanyak 10 pasangan terpilih akan bersaing ketat, mengandalkan kemampuan beradaptasi dan berinteraksi dengan penduduk setempat untuk bisa terus melaju ke babak selanjutnya.

Interaksi erat dengan penduduk lokal menjadi salah satu daya tarik utama Pekín Express. Para peserta harus mampu mengatasi kendala bahasa dan menunjukkan keterbukaan terhadap budaya baru. Hal ini melahirkan beragam kisah inspiratif dan emosional, memberikan wawasan unik mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat di negara-negara yang mereka lalui.

Bagi Desa Wisata Wae Lolos, kehadiran Pekín Express merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan keindahan alam dan kekayaan budayanya ke kancah internasional. Kehadiran ratusan peserta dan kru televisi akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melestarikan potensi wisata desa.

Tantangan dan misi yang akan dihadapi para peserta di Wae Lolos dipastikan akan sangat menarik. Mereka harus menyelesaikan berbagai tugas yang terinspirasi oleh budaya dan aktivitas masyarakat setempat hingga menjelajahi keindahan alam Wae Lolos yang memukau.

Salah satu tantangan yang paling dinantikan adalah perlombaan bersepeda mengelilingi Kampung Langgo. Para peserta akan melintasi jalur yang telah diatur, lereng perbukitan, dan perkampungan penduduk. Tantangan ini tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan navigasi dan kerjasama tim.

Selama kegiatan syuting, penonton tidak diperkenankan mengambil video. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan dan kejutan yang akan disajikan dalam acara tersebut. Meski demikian, penonton masih bisa menyaksikan keseruan Pekín Express Musim ke-23 melalui saluran televisi M6 pada musim semi 2027.

Kehadiran Pekín Express di Desa Wisata Wae Lolos diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus melestarikan dan mempromosikan potensi wisata daerahnya. Dengan semangat gotong royong dan keterbukaan terhadap budaya baru, Indonesia siap menyambut para wisatawan dari berbagai belahan dunia dan menjadi destinasi wisata yang mendunia. *(Robert Perkasa, Ketua Pokdarwis Cunca Plias).

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *