LABUAN BAJO, Okebajo.com — Di tengah kecemasan warga pascagempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, kepedulian dan kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi penguat bagi para penyintas.
Personel Bhabinkamtibmas Polsek Sano Nggoang, Polres Manggarai Barat, bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Mabes Polri kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Golo Kempo dan Desa Poco Golo Kempo, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/8/2026).
Bantuan berupa sembako dan terpal darurat itu disalurkan langsung kepada warga dengan cara door-to-door. Tak hanya mendatangi rumah-rumah warga terdampak, petugas juga menyambangi posko pengungsian mandiri yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
Penyaluran dilakukan sejak sore hingga malam hari. Langkah tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri dalam memastikan masyarakat terdampak bencana tidak luput dari perhatian dan bantuan.
Bhabinkamtibmas Desa Golo Kempo, Bripka Farid Rachman, mengatakan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat berlindung sementara menjadi prioritas utama warga setelah gempa.
“Pascagempa bumi, kebutuhan dasar berupa sembako dan sarana tempat tinggal sementara seperti terpal menjadi prioritas utama warga. Karena itu, kami mendatangi langsung para penyintas, baik yang tinggal di hunian terdampak maupun di posko swadaya,” ujar Farid saat menyalurkan bantuan di Desa Poco Golo Kempo, Senin (24/8/2026).
Sentuh 10 Kepala Keluarga hingga Posko Pengungsian
Rangkaian penyaluran bantuan dimulai sekitar pukul 16.00 WITA di Dusun Rambang, Desa Golo Kempo, dan Kampung Lara Lujang, RT 001/RW 004.
Di lokasi tersebut, Bripka Farid mendatangi 10 Kepala Keluarga (KK) penyintas gempa dan menyerahkan paket sembako Polri secara langsung.
Penyaluran kemudian berlanjut sekitar pukul 19.00 WITA di Posko Mandiri Swadaya warga RT 005/RW 004, Desa Poco Golo Kempo.
Di posko tersebut, petugas menyerahkan terpal penutup dan tambahan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang masih memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar paket makanan dan terpal. Kehadiran petugas yang datang langsung ke lokasi pengungsian juga memberikan rasa aman dan dukungan moral di tengah situasi penuh ketidakpastian.
“Kami hadir untuk memastikan tidak ada warga yang terisolasi dari bantuan dan menegaskan bahwa Kepolisian selalu ada di samping masyarakat selama masa pemulihan ini,” tegas Farid.
Tak Sekadar Membawa Bantuan, Polisi Beri Edukasi Kebencanaan
Di setiap titik penyaluran, Bhabinkamtibmas tidak hanya menyerahkan bantuan.
Petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai kesiapsiagaan menghadapi gempa susulan, menjaga keamanan lingkungan, menjaga kebersihan posko, serta menyaring informasi yang beredar di media sosial.
Warga diimbau tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena kabar bohong atau hoaks berpotensi memicu kepanikan di tengah masyarakat yang masih trauma akibat gempa.
Kebersihan lingkungan posko juga menjadi perhatian. Warga diminta menjaga sanitasi dan kebersihan tempat pengungsian guna mencegah munculnya berbagai penyakit pascabencana.
Sekaligus Cooling System Jelang Pilkades
Menariknya, momentum kunjungan ke posko pengungsian juga dimanfaatkan Bhabinkamtibmas untuk membangun suasana yang tetap sejuk menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Farid mengingatkan masyarakat agar perbedaan pilihan politik tidak sampai merusak persaudaraan yang telah terjalin.
“Bencana ini menguji kebersamaan kita, begitu juga agenda Pilkades mendatang. Kami mengingatkan seluruh warga agar jangan sampai perbedaan pilihan politik memecah belah persaudaraan dan kerukunan yang sudah terjalin baik,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat mengutamakan persatuan, menjaga keamanan bersama, serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas.
Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kepolisian, Polres Manggarai Barat juga menyediakan Call Center 110 yang bebas pulsa, nomor pengaduan SPKT 0811-3832-006, maupun kontak langsung Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
“Layanan ini disediakan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat saat membutuhkan kehadiran anggota Polri tanpa harus datang langsung ke kantor polisi,” jelas Farid.
Warga: Bantuan Terpal Sangat Berarti
Respons cepat jajaran Kepolisian mendapat apresiasi dari warga.
Penyelenggara Posko Mandiri Swadaya Kampung Lara Lujang, Kuirinus Korsini Surman, mengatakan bantuan yang diberikan sangat membantu warga yang hingga kini masih merasa khawatir untuk kembali ke rumah.
“Bantuan terpal dan makanan ini sangat berarti bagi warga kami yang masih khawatir kembali ke dalam rumah. Kehadiran Pak Bhabinkamtibmas yang turun langsung hingga malam hari memberikan ketenangan tersendiri bagi warga di pengungsian,” tutur Kuirinus.
Menurutnya, kehadiran aparat di tengah warga menjadi dukungan moral tersendiri bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.
Polisi Pastikan Bantuan Terus Dipantau
Polsek Sano Nggoang memastikan penyaluran bantuan tidak berhenti pada satu kali kegiatan.
Jajaran kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan patroli dialogis secara berkala di sejumlah titik penampungan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan warga sekaligus memastikan masyarakat terdampak memperoleh perhatian dan bantuan sesuai kondisi di lapangan.
Di tengah situasi pascabencana, kehadiran Bhabinkamtibmas dari rumah ke rumah menjadi pesan kuat bahwa warga tidak menghadapi bencana seorang diri.
Bantuan boleh saja berbentuk sembako dan terpal, tetapi kehadiran langsung di tengah penyintas membawa sesuatu yang tak kalah penting: rasa aman, kepedulian, dan harapan untuk bangkit bersama.












