Labuan Bajo , Okebajo.com | Suasana terasa hangat di kantor Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, Jumat, 11 September 2026. Pagi itu, ketulusan dan tradisi menyatu saat tokoh-tokoh adat setempat menyambut para tamu secara adat. Penyambutan hangat ini mengawali sebuah peristiwa bersejarah bagi warga desa yang dikenal dengan julukan Desa “Wisata Seribu Air Terjun” tersebut. Momen bersejarah itu adalah peluncuran buku yang berisi gagasan visioner berjudul “Wae Lolos 2045 : Peta Jalan Menuju Desa Wisata Unggulan Berbasis Alam, Budaya, dan Kesejahteraan Rakyat”.
Mahasiswi Universitas Udayana Bali bersama siswi SMK yang tengah menjalani program magang di Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat tampil luwes memandu acara peluncuran buku tersebut berlangsung semarak.
Peluncuran buku secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Christian Mesima, yang hadir didampingi oleh Kepala Bidang Budaya, Fransiskus Salesmas.
Momen simbolis peluncuran buku ini turut disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Komodo Indonesia (Yakomindo), Yohanes Sehandi sebagai sponsor penerbitan, beserta kedua penulis buku, Dr. Bernad B. Daya dan Robert L. Perkasa.
Buku Wae Lolos 2045 tidak sekadar memotret Wae Lolos sebagai batas administratif belaka, melainkan merekamnya sebagai ruang hidup yang kaya akan sejarah, warisan leluhur, semangat gotong royong hingga kearifan lokal yang terjaga serta harapan besar generasi masa depan.
Buku ini mengajak para pembaca mengenal jati diri Wae Lolos mulai dari kondisi geografis, kehidupan sosial masyarakat, sejarah terbentuknya desa, struktur adat, rumah gendang, compang, lingko, hingga kekayaan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Selain itu, buku ini juga menggambarkan berbagai potensi desa, seperti keindahan alam, kampung adat, pertanian, peternakan. UMKM, serta peluang pengembangan ekowisata berbasis komunitas.
Buku ini juga menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari infrastruktur, sumber daya manusia, penguatan Ekonomi lokal, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan desa.
Dari tantangan tersebut , penulis menawarkan peta jalan strategis menuju tahun 2045 melalui tahapan pembangunan yang terarah, sebuah panduan kebijakan pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada kekuatan alam, budaya, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal melalui Pokdarwis Cunca Plias dan sektor UMKM.
Kehangatan acara kian terasa dengan hadirnya mitra strategis para Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta deretan pendidik dan pelajar dari SDK Roe, SDI Rangat, dan SMP Negeri 2 Mbeliling. Kehadiran para generasi muda ini menegaskan pesan utama, bahwa gagasan, mimpi, dan peta jalan yang tertuang di dalam lembaran buku Wae Lolos 2045 adalah warisan berharga yang kelak akan diteruskan dan diwujudkan oleh tangan-tangan generasi penerus. *












