RUTENG | Okebajo.com – Langit di atas Novisiat Sang Sabda Kuwu tampak menunduk khidmat pada Minggu, 19 April 2026. Di bawah naungan tenda oranye yang bersahaja, sebuah perjalanan panjang pengabdian mencapai garis finisnya. Pater Marsel Agot, SVD, sang misionaris yang dikenal dengan dedikasinya, hari ini dihantarkan pulang ke haribaan bumi.
Pagi itu, suasana di Gereja Devosional St. Yosef (Katedral Lama) Ruteng terasa begitu menyesakkan sekaligus agung. Enam orang Frater muda dari Novisiat Sang Sabda Kuwu—Fr. Joni Serin, Fr. Karen Beato, Fr. Ficho Perkasa, Fr. Ompi Latang, Fr. Fanto Lemu, dan Fr. Bayu Putra—berdiri dengan wajah tegap namun menyimpan duka mendalam.
Bahu-bahu muda inilah yang menjadi saksi bisu perjalanan terakhir sang senior. Sejak peti jenazah tiba dari Labuan Bajo hingga memasuki pelataran altar, keenam frater ini menjaga langkah mereka tetap seirama, seolah memastikan bahwa sang guru menempuh jalan terakhirnya dengan penuh kehormatan.
Perjamuan Terakhir di Altar Suci
Misa pemakaman berlangsung dengan keheningan yang menyayat. Dipimpin langsung oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, suasana liturgi diperkuat dengan kehadiran 20 imam konselebran yang melingkari altar.
Kehadiran para imam ini bukan sekadar tugas gerejani, melainkan bentuk penghormatan bagi seorang rekan seperjuangan yang telah tuntas menjalankan misinya.
“Pulanglah dalam damai,” seolah menjadi gema tak berucap dari setiap doa yang dipanjatkan.
Menuju Peristirahatan Abadi
Usai prosesi di Gereja, iring-iringan ambulans RSUD Komodo membelah jalanan kota Ruteng menuju tempat perhentian terakhir: Pekuburan SVD di Novisiat Sang Sabda Kuwu. Di sana, ratusan umat dari Keuskupan Ruteng dan Labuan Bajo telah menanti.
Sebelum peti kayu itu menyentuh tanah, suasana kian emosional saat Konstitusi Serikat Sabda Allah Nomor 415 dibacakan. Ayat-ayat konstitusi tersebut bukan sekadar aturan organisasi, melainkan pengingat akan janji setia seorang anggota SVD hingga akhir hayatnya.
Di antara rimbun pohon dan semilir angin komunitas Novisiat Sang Sabda Kuwu, ibadat sabda yang dipimpin oleh Pater Yoseph Bala Makin, SVD mengawali seluruh rangkaian perpisahan tersebut.
Pater Marsel Agot kini telah beristirahat dalam damai. Ia meninggalkan kenangan yang tertanam kuat di hati umat, serta jejak langkah yang kini diteruskan oleh para frater muda yang tadi memikul raganya. Di tanah Kuwu yang tenang, sang misionaris kini tidur dalam damai kekal. *
(Robert Perkasa)








