Satu Barisan demi Generasi Masa Depan: Guru, Kampus, dan KPA Bersinergi di SMAN 1 Mbeliling

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Labuan Bajo | Okebajo.com – Di bawah langit biru yang membentang luas, sebuah pemandangan yang menyejukkan mata tersaji di SMA Negeri 1 Mbeliling. Bukan sekadar rutinitas belajar mengajar, hari Rabu, 22 April 2026 menjadi saksi bisu betapa kuatnya semangat gotong royong dalam menjaga dan membekali generasi penerus bangsa.

Dalam sebuah momen yang penuh kehangatan, para guru SMAN 1 Mbeliling tampak bergandengan tangan dengan tim dari Kampus Politeknik eLBajo Commodus dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Manggarai Barat. Mereka bersatu dalam satu misi: membentuk karakter pemimpin sekaligus membentengi remaja dari ancaman kesehatan yang nyata.

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Membangun Fondasi Karakter

Langkah ini diwujudkan melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Program Studi Sarjana Terapan Manajemen SDM Sektor Publik Politeknik eLBajo. Di dalam ruang kelas yang bernuansa hijau, atmosfer antusiasme begitu terasa. Para siswa tidak hanya diajak untuk bermimpi, tetapi dibekali alat untuk mencapainya melalui materi kepemimpinan yang dibawakan oleh Eleonora Lely Soenarty dan Kristoforus Toni Harjo.

Mengenali diri sendiri dan memahami semangat “Heroic Leadership” menjadi bekal utama. Bagi para guru, kehadiran akademisi ke sekolah mereka adalah angin segar yang memperkaya wawasan anak didik mereka melampaui kurikulum formal.

Edukasi sebagai Perisai

Namun, karakter yang kuat juga membutuhkan raga yang sehat. Di sinilah peran krusial KPA Manggarai Barat yang diwakili oleh Marselinus Lukman. Melalui sosialisasi HIV/AIDS, para siswa diberikan pemahaman komprehensif mengenai bahaya dan cara pencegahan penyakit tersebut.

Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk kasih sayang para pendidik dan praktisi terhadap masa depan siswa. Edukasi ini menjadi perisai agar para remaja Mbeliling tidak terjebak dalam arus informasi yang salah, sekaligus memutus rantai stigma dan perilaku diskriminasi terhadap ODHIV yang selama ini membayangi isu kesehatan tersebut.

Harmoni di Lapangan Hijau

Momen spesial ini pun diabadikan dalam sebuah foto bersama di halaman SMAN 1 Mbeliling. Berdiri berjajar dengan latar perbukitan hijau, para dosen, praktisi, dan guru menunjukkan simbol persahabatan dan komitmen yang tak terputus. Pakaian yang beragam—mulai dari seragam dinas hingga batik lokal—menjadi simbol bahwa untuk membangun kualitas manusia, semua elemen masyarakat harus “turun gunung” dan bekerja bersama.

Kegiatan hari ini bukan sekadar seremoni satu hari. Ini adalah investasi jangka panjang. SMAN 1 Mbeliling telah menunjukkan bahwa dengan membuka pintu bagi kolaborasi, sekolah bukan lagi sekadar tempat membaca buku, melainkan tempat penggemblengan diri, untuk membentuk karakter kuat, terlatih, tangkas, dan bermental pemenang bagi pemimpin-pemimpin hebat dari Barat Flores yang tangguh secara mental dan terjaga secara fisik. *

(Robert Perkasa)

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *