Hujan Gol Mewarnai Kompetisi O2SN Gugus Puncak Eltari Kecamatan Mbeliling

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Labuan Bajo | Okebajo.com Di bawah langit biru yang memayungi SDI Nara, keriuhan pecah bukan karena bel sekolah, melainkan karena gema semangat dari ratusan pasang kaki kecil yang berlari di atas lapangan hijau. Senin, 27 April 2026 menjadi hari bersejarah bagi anak-anak di wilayah Gugus Puncak Eltari, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Turnamen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Gugus resmi dibuka, membawa misi yang lebih besar dari sekadar skor pertandingan: pencarian bakat menuju panggung nasional.

Langkah Kecil, Harapan Besar

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Turnamen tahunan ini memperlombakan lima cabang olahraga, yakni sepak bola, voli putri, tenis meja, bulu tangkis, dan atletik. Empat sekolah SDI Nara sebagai tuan rumah, SDN Ranggawatu, SDK Roe, dan SDK Waemasa mengirimkan putra-putri terbaik mereka. Bagi mereka, lapangan hijau ini bukan sekadar tempat mengejar bola, melainkan jembatan menuju mimpi yang lebih tinggi.

Ketua PSSI Kabupaten Manggarai Barat, Yono Jehanu, yang hadir langsung membuka kegiatan, memberikan suntikan semangat yang membakar ambisi para atlet cilik ini. Ia mengungkapkan bahwa PSSI tengah memantau bakat-bakat terpendam untuk dibawa ke ajang bergengsi Piala Presiden di Kupang dan Jakarta pada Mei hingga Juni mendatang.

“Kami butuh 10 atlet terbaik untuk mewakili Manggarai Barat. Saya sangat berharap, ada perwakilan dari Gugus Puncak Eltari yang nantinya terbang ke Jakarta,” ujar Yono dengan nada optimis.

Tradisi dan Dukungan Tanpa Batas

Kehadiran Yono Jehanu beserta Camat Mbeliling, Yohanes Hibur, dan rombongan disambut hangat dengan ritual adat oleh pemerintah Desa Watu Galang dan para tokoh masyarakat. Penghormatan terhadap leluhur dan nilai budaya ini seolah menjadi pengingat bahwa prestasi harus berakar pada karakter yang kuat.

Dukungan luar biasa juga datang dari masyarakat. Sejenak, hiruk-pikuk pekerjaan di ladang terhenti. Ribuan warga dari desa-desa sekitar berbondong-bondong datang, bahkan rela berjalan kaki berkilo-kilometer demi melihat buah hati mereka berlaga. Riuh tepuk tangan warga menjadi “bahan bakar” tambahan bagi anak-anak yang bertanding di bawah terik matahari.

Kick-Off dan Hujan Gol

Pertandingan dimulai setelah prosesi kick-off simbolis oleh Yono Jehanu. Di lapangan sepak bola, SDN Ranggawatu tampil dominan sejak wasit meniup pluit kick off. Mereka berhasil menundukkan SDK Waemasa dengan skor 3-1. Keberhasilan SDN Ranggawatu berlanjut dan tampil beringas saat melawan tuan rumah SDI Nara dengan kemenangan telak 6-0. Sementara itu, di laga lain, Laskar Puncak SDK Roe menunjukkan taringnya dengan melibas SDI Nara 4-0.

Tak hanya di lapangan hijau, di lapangan voli pun tensi pertandingan meninggi. Tim voli putri SDN Ranggawatu sukses mengunci kemenangan 3-1 atas SDK Roe setelah melalui reli-reli panjang yang mendebarkan.

Lebih dari Sekadar Medali

Meski piala emas berjejer rapi di meja panitia, pesan utama turnamen ini adalah tentang pembentukan jiwa. Ketua PSSI Kabupaten Manggarai Barat, Yono Jehanu menekankan bahwa kejujuran dan sportivitas adalah “medali” yang sebenarnya.

“Mari kita junjung tinggi nilai kejujuran. Tunjukkan kualitas terbaik kalian, tapi tetaplah bersahabat dalam setiap pertandingan,” pesannya.

O2SN Gugus Puncak Eltari bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tapi tentang bagaimana anak-anak dari Manggarai Barat ini belajar untuk bangkit setelah jatuh, bekerja sama dalam tim, dan berani bermimpi hingga ke tingkat nasional. Dari Kecamatan Mbeliling, tunas-tunas bangsa ini mulai tumbuh, siap mengharumkan nama daerah di panggung yang lebih luas.

Hasil Pertandingan Hari Pertama

Sepak Bola : SDN Ranggawatu vs SDK Waemasa (3-1), SDK Roe vs SDI Nara (4-0). SDN Ranggawatu vs SDI Nara (6-0)
Voli Putri: SDN Ranggawatu vs SDK Roe (3-1). (Reporter : Robert Perkasa)

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *