LABUAN BAJO, Okebajo.com — Panitia Pelaksana PSSI Cup II Manggarai Barat memastikan insiden pemukulan terhadap wasit dalam salah satu pertandingan telah dilaporkan kepada pihak Kepolisian. Panitia menegaskan, proses penanganan kasus tersebut kini sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Panitia meminta seluruh pihak, mulai dari pemain, ofisial, suporter, peserta turnamen hingga masyarakat umum, untuk menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Semua pihak diimbau tidak melakukan tindakan maupun menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh situasi.
Demikian disampaikan Rofinus Edison Risal, Panitia Pelaksana Harian PSSI Cup II Manggarai Barat, dalam keterangan pers yang diterima media ini, Senin (7/9/2026).
Rofinus mengatakan, setelah laporan resmi disampaikan kepada pihak Kepolisian, proses penanganan perkara telah menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
“Biarkan berproses sesuai SOP Kepolisian. Oleh sebab itu, panitia meminta kepada semua pihak agar proses tersebut tidak mengganggu keseluruhan pelaksanaan turnamen yang sejak awal dibangun sebagai ruang kompetisi, silaturahmi dan pembinaan sepak bola di Manggarai Barat,” kata Rofinus.
Menurutnya, insiden yang terjadi harus dipisahkan dari keberlangsungan PSSI Cup II. Panitia meminta semua pihak tidak menghalangi maupun menghambat pertandingan yang masih harus dilanjutkan sesuai agenda turnamen.
Rofinus menegaskan, setiap keputusan mengenai jadwal dan tahapan pertandingan akan tetap mengacu pada regulasi PSSI Cup II serta hasil koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Panitia memahami adanya berbagai pendapat dan kritik yang berkembang di ruang publik. Namun, panitia meminta agar setiap informasi disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak membangun tudingan yang belum terbukti,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sejak awal panitia berkomitmen menyelenggarakan PSSI Cup II secara profesional, sportif dan transparan. Setiap persoalan yang muncul akan diselesaikan melalui mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan.
Rofinus juga mengajak seluruh pihak untuk tidak menjadikan insiden tersebut sebagai alasan untuk menghilangkan semangat persaudaraan yang selama ini dibangun melalui turnamen.
“Mari kita pisahkan antara insiden yang sedang diproses secara hukum dengan keberlangsungan turnamen. Jangan biarkan satu insiden menghapus semangat sportivitas dan kebersamaan yang telah dibangun bersama,” katanya.
Lebih lanjut, panitia meminta seluruh elemen yang terlibat dalam PSSI Cup II untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung. Panitia juga memberikan ruang sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan proses sesuai prosedur dan kewenangannya.
Menurut Rofinus, sepak bola semestinya menjadi sarana mempererat hubungan antarpemain, klub, suporter dan masyarakat, bukan menjadi sumber konflik.
“PSSI Cup II harus tetap berjalan. Sepak bola harus menjadi ruang persaudaraan, bukan ruang konflik,” tutupnya.












