Kelompok Rentan Jadi Prioritas, Polres Mabar Hadirkan Bantuan dan Layanan Medis di Panti St. Damian

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

LABUAN BAJO, Okebajo.com Di tengah upaya pemulihan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, perhatian terhadap kelompok rentan terus menjadi prioritas. Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan logistik sekaligus memberikan layanan kesehatan gratis kepada penghuni Panti Rehabilitasi Kusta dan Cacat St. Damian di Binongko, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Senin (14/9/2026).

Aksi kemanusiaan yang dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Manggarai Barat, IPTU H. Juharis, melibatkan personel Satuan Binmas dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes). Kegiatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya warga penyandang disabilitas dan penderita kusta yang membutuhkan perhatian khusus.

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Sekitar pukul 10.00 WITA, rombongan kepolisian tiba di kompleks panti dengan membawa berbagai kebutuhan pokok. Kehadiran mereka disambut hangat oleh para suster pengelola, anak-anak, serta warga binaan yang selama ini tinggal dan menjalani rehabilitasi di Panti St. Damian.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Manggarai Barat menyerahkan sebanyak 146 paket bantuan logistik yang terdiri dari 10 dus air mineral, 50 lembar selimut, 20 unit kasur busa, 25 stel pakaian anak laki-laki, 25 gaun wanita, 10 dus susu kemasan, lima dus biskuit, dan satu bal handuk.

Menurut IPTU H. Juharis, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penghuni panti sekaligus meringankan beban operasional lembaga sosial yang ikut terdampak bencana.

“Meski bantuan ini terbatas, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan penghuni panti dan memberikan rasa aman serta nyaman selama masa pemulihan pascagempa,” ujarnya saat dikonfirmasi di Labuan Bajo, Selasa (15/9/2026).

Ia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada masyarakat umum, tetapi juga harus menjangkau lembaga-lembaga sosial yang membina warga berkebutuhan khusus agar proses pemulihan berjalan secara inklusif.

“Peristiwa gempa bumi ini tentu berdampak pada operasional panti dan kondisi psikologis para penghuni. Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen pelayanan kemanusiaan Polri Presisi agar saudara-saudara kita, khususnya penyandang disabilitas dan penderita kusta, tetap mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak,” katanya.

Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tim medis Sie Dokkes Polres Manggarai Barat juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis di lingkungan panti. Para suster, staf pengelola, anak-anak, hingga warga binaan mendapatkan pemeriksaan kesehatan mulai dari pengecekan berat badan, tekanan darah, hingga konsultasi medis umum.

Selain itu, petugas kesehatan turut membagikan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan masing-masing warga binaan guna menjaga daya tahan tubuh selama masa pemulihan pascabencana.

IPTU H. Juharis menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan maupun risiko penularan penyakit di lingkungan panti.

“Selain kebutuhan pangan dan tempat istirahat yang layak, kondisi kesehatan para penghuni juga harus menjadi perhatian. Karena itu kami melibatkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan vitamin agar imunitas mereka tetap terjaga,” jelasnya.

Kepedulian yang ditunjukkan jajaran Polres Manggarai Barat mendapat apresiasi dari pihak pengelola panti. Pengurus Panti St. Damian, Suster Lidwina, mengaku bersyukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada para penghuni panti.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Manggarai Barat, Kasat Binmas, serta seluruh jajaran Sie Dokkes. Bantuan kasur, pakaian, dan bahan makanan ini sangat kami butuhkan. Pemeriksaan kesehatan gratis juga sangat membantu anak-anak dan warga binaan kami,” ungkapnya.

Polres Manggarai Barat memastikan akan terus memantau kebutuhan masyarakat terdampak gempa, termasuk di panti asuhan, lembaga sosial, dan lokasi penampungan warga lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan logistik maupun layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan selama masa pemulihan pascabencana.

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *