Polisi, Guru dan Warga Sulap Bambu serta Daun Kelapa Jadi Kelas Darurat untuk Siswa SMPN 1 Macang Pacar

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

LABUAN BAJO, Okebajo.com Di tengah keterbatasan bantuan logistik pascagempa Flores, semangat belajar siswa SMPN 1 Macang Pacar tak dibiarkan padam. Dengan memanfaatkan bambu, terpal, dan daun kelapa, jajaran Polsek Macang Pacar bersama guru serta warga Dusun Toroloji, Desa Bari, bergotong royong membangun ruang kelas darurat agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan.

Aksi kemanusiaan yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026) itu menjadi simbol kuat kebangkitan pendidikan di tengah situasi bencana. Ketika bangunan sekolah mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi yang mengguncang Manggarai Barat pada pertengahan Agustus lalu, masyarakat memilih bergerak bersama daripada menunggu bantuan datang.

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Sejak pagi hari, halaman SMPN 1 Macang Pacar dipenuhi suasana gotong royong. Personel Polsek Macang Pacar yang dipimpin langsung Kapolsek IPDA Petrus Belas Kasihan bahu-membahu bersama para guru dan warga mendirikan tiang-tiang bambu, memasang terpal sebagai atap, hingga merangkai daun kelapa menjadi dinding pembatas ruang belajar.

Keterbatasan material justru melahirkan kreativitas. Anyaman dan susunan daun kelapa dimanfaatkan sebagai sekat antarkelas yang tidak hanya memberi batas ruang belajar, tetapi juga menjaga sirkulasi udara tetap sejuk dan nyaman bagi para siswa.

Kapolsek Macang Pacar, IPDA Petrus Belas Kasihan, menegaskan bahwa pendidikan anak-anak harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi serba terbatas.

“Kami tidak ingin pendidikan anak-anak terhenti terlalu lama hanya karena keterbatasan sarana pascabencana. Meski dengan material seadanya seperti atap terpal dan dinding dari susunan daun kelapa, yang terpenting anak-anak memiliki ruang belajar yang layak dan terlindung dari cuaca,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, keterlibatan polisi dalam pembangunan kelas darurat tersebut bukan sekadar membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri pascagempa.

“Dinding daun kelapa ini memang sederhana dan tradisional, tetapi di baliknya ada nilai gotong royong dan rasa kepedulian yang sangat kuat antara polisi, guru, dan para orang tua murid. Kami ingin anak-anak melihat bahwa seluruh elemen masyarakat hadir mendampingi mereka,” kata IPDA Petrus.

Hanya dalam waktu sekitar dua jam, kelas darurat itu berhasil dirampungkan. Setelah pembangunan selesai, personel kepolisian dan warga langsung menata meja serta bangku belajar agar ruangan dapat segera digunakan.

Rasa syukur dan haru tampak dari wajah para guru maupun orang tua murid yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Kepala SMPN 1 Macang Pacar, Fernandes Goa, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polsek Macang Pacar yang bergerak cepat membantu sekolah.

“Bantuan tenda resmi dari pemerintah jumlahnya sangat terbatas dan harus dibagi ke daerah lain yang juga terdampak. Kehadiran Bapak Kapolsek dan anggota yang memelopori pembuatan tenda berwawasan lokal ini sangat membantu kami. Dengan dinding daun kelapa ini, sirkulasi udara tetap sejuk dan ruangan kelas darurat memiliki sekat yang jelas,” ungkap Fernandes.

Meski sederhana, ruang belajar berbahan bambu dan daun kelapa tersebut kini menjadi harapan baru bagi ratusan siswa untuk kembali belajar dengan aman. Namun, seluruh pihak menyadari fasilitas darurat itu hanya solusi sementara.

Karena itu, Polsek Macang Pacar terus berkoordinasi dengan BPBD serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat guna mempercepat penyaluran tenda standar dan rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak.

Di balik dinding daun kelapa yang sederhana, tersimpan pesan kuat tentang solidaritas. Ketika bencana merobohkan bangunan sekolah, semangat gotong royong masyarakat Toroloji justru membangun kembali harapan anak-anak untuk terus mengejar masa depan mereka.

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *